Jumat, 09 September 2011

Syaikh Ahmad AlBadawiy RA. – WaliQutb Al Ghouts

Setiap hari, dari pagi hinggasore, ia menatap matahari,sehingga kornea matanyamerah membara. Apa yangdilihatnya bisa terbakar,khawatir terjadinya hal itu,saat berjalan ia lebih seringmenatap langit, bagaikanorang yang sombong. Sejakmasa kanak kanak, ia sukaberkhalwat dan riyadhoh,pernah empat puluh hari lebihperutnya tak terisi makanandan minuman. Ia lebih memilihdiam dan berbicara denganbahasa isyarat, bila inginberkomunikasi denganseseorang. Ia tak sedetikpunlepas dari kalimat toyyibah,berdzikir dan bersholawat.Dalam perjalananriyadhohnya, ia pernah tinggaldi loteng negara Thondataselama 12 tahun, dan selama8 tahun ia berada diatas atap,riadhoh siang dan malam. Iahidup pada tahun 596-675 Hdan wafat di Mesir,makamnya di kota Tonto,setiap waktu tak pernah sepidari peziarah.Pada usia dini ia telah hafalAl-Qur ’an, untukmemperdalam ilmu agama iaberguru kepada Syeikh AbdulQadir al-Jailani dan syeikhAhmad Rifai. Ia adalahWaliullah Qutbol Gaust,Assayyid, Assyarif Ahmad alBadawi. Suatu hari, ketikasang Murid telah sampaiketingkatannya, Sjech AbdulQodir Jaelani, menawarkankepadanya ; ”Manakah yangkau inginkan ya AhmadBadawi, kunci Masriq atauMagrib, akan kuberikanuntukmu ”, hal yang sama jugadiucapkan oleh gurunya SayyidAhmad Rifai, dengan lembut,dan menjaga tatakrama muridkepada gurunya, ia menjawab;” Aku tak mengambil kuncikecuali dari Al Fattah(Allah )”.Suatu hari datang kepadanya,seorang janda mohonpertolongan, anak lelakinyaditahan di Perancis, dan sangibu ingin agar anak itukembali dalam keadaanselamat. Oleh Sayyidi AhmadAl Badawi, janda itudisuruhnya untuk pulang, danberkata sayidi : “Insya Allahanak ibu sudah beradadirumah ”. Bergegas sang ibumenuju rumahnya, dan betapabahagia, bercampur haru, danpenuh keheranan, ia dapatianaknya telah berada dirumah dalam keadaanterbelenggu. Sayyidi al badawibanyak menolong orang yangditahan secara Dholim olehpenguasa Prancis saat itu, dansemua pulang ke rumahnyadalam keadaan tangannyatetap terbelenggu.Pernah suatu ketika SyaikhIbnul labban mengumpatSayyidi Ahmad Badawi,seketika itu juga hafalan Al-Qur ’an dan iman Syaikh Ibnullabban menjadi hilang. Iabingung dan berusaha denganberistighosah dan memintabantuan do ’a, orang orangterkemuka di zaman itu (agarilmu dan imannya kembalilagi), tetapi tidak satupun dariyang dimintainya doa, beranimencampuri urusannya,karena terkait dengan SayyidiAhmad Badawi. Padahaldiriwayatkan, saat itu SayyidiAl Badawi telah wafat. Orangterkemuka yang dimintainyadoa, hanya berani memberisaran kepada Syaikh Ibnullabban, agar dia menghadapSyeikh Yaqut al- ‘Arsyiy,waliullah terkemuka padasaat itu, dan kholifah sayyidiabil hasan Assadzili. Ibnulabban segera menemui SjechYaqut dan mintapertolongannya, dalamurusannya dengan sayyidiAhmad Al badawi. Setelahdimintai pertolongan olehSyaikh Ibnul labban, SyeikhYaqut Arsyiy berangkatmenuju ke makam Sayyidi al-Badawi dan berkata : “ Wahaiguru, hendaklah tuanmemberi ma ’af kepada orangini!”. Dari dalam makamnya,terdengar jawaban “Apakahkamu berkehendak untukmengembalikan tandanyaorang miskin itu ? ya …sudah,tapi dengan syarat ia maubertaubat ”. Syeikh IbbnulLabbanpun akhirnyabertaubat, dan tidak lamakemudian kembalilah ilmu danimannya seperti sedia kaladan ia juga mengakuikewalian Syeikh Yaqut, karenaperistiwa tersebut. Iakemudian dinikahkan denganputrinya Syeikh Yaqut. (Diambil dari kitab al-Jaami ’).Syeikh Muhammad asy-Syanawi menceritakan, bahwapada waktu itu ada orangyang tidak mau menghadiridan bahkan mengingkariperingatan maulidnya SyeikhAhmad Badawi, maka seketikahilanglah iman orang itu danmenjadi merasa tidak senangterhadap agama Islam. Orangitu kemudian berziarah kemakamnya Sayyid Badawiuntuk minta tolong danmemohon maaf ataskesalahannya. Kemudianterdengarlah suara sayyidiBadawi dari dalam kubur :“ iya, saya ma’afkan, tapijangan berbuat lagi. Na’am(iya) jawab orang itu, spontanimannya kembali lagi. Beliaulalu meneruskan ucapannya :“ Apa sebabnya kamumengingkari kami semua”.Dijawabnya : “Karena didalam acara itu banyak oranglaki-laki dan perempuanbercampur baur menjadisatu ” (tanpa ada garispembatas). Sayyidi Badawilalu mengatakan : “Di tempatthowaf sana, dimana banyakorang yang menunaikanibadah haji disekitar Ka ’bah,mereka juga bercampur laki-laki dan perempuan, kenapatidak ada yang melarang ”.Demi mulianya Tuhanku,orang-orang yang ada untukmenghadiri acara maulidku initidaklah ada yangmenjalankan dosa kecualipasti mau bertaubat dan akanbagus taubatnya. Hewan-hewan di hutan dan ikan-ikandi laut, semua itu dapat akupelihara dan kulindungidiantara satu dengan lainnyasehingga menjadi amandengan idzin Allah. Lalu,apakah kiranya Allah Ta ’ala,tidak akan memberi akukekuatan untuk mampumenjaga dan memeliharakeamanannya orang-orangyang menghadiri acaramaulidku itu ?”Suatu ketika Syeikh IbnuDaqiqil berkumpul denganSayyidi Badawi, dan iabertanya kepada beliau :“ Mengapa engkau tidakpernah sholat, yang demikianitu bukanlah perjalanannyapara shalihin “. Lalu beliaumenjawab : “Diam kamu!Kalau tidak mau diam akuhamburkan daqiqmu(tepung )”. Dan di tendanglahSyeikh Daqiqil oleh beliauhingga berada disuatu pulauyang luas dalam kondisi tidaksadarkan diri. Setelah sadar,iapun termangu karenamerasa asing dengan pulautersebut. Dalamkebingungannya, datanglahseorang lelakimenghampirinya dan memberinasehat agar janganmengganggu orang type al-Badawi, dan sekarang kamuberjalanlah menuju qubahyang terlihat itu, nanti jikasudah tiba di sana kauberhentilah di depan pintuhingga menunggu waktu‘ashar dan ikutlah shalatberjamaah dibelakangnyaimam tersebut, sebab nantiAhmad Badawi akan ikut didalamnya. Setelah bertemudia ucapkanlah salam,peganglah lengan bajunya danmohonlah ampun atasucapanmu tadi. Ia menurutikata-kata orang itu yang tidaklain adalah Nabiyullah Khidira.s. Setelah semua nasehatnyadilaksanakan, betapaterkejutnya ia karena yangmenjadi imam sholat waktu ituadalah Sayyidi Badawi. Setelahselesai sholat ia langsungmenghampiri dan menciumitangan dan menarik lenganSayyidi al-Badawi, sambilberkata seperti yangdiamanatkan orang tadi. Danberkatalah Sayyidi Badawisambil menendang SyeikhDaqiqil, ” Pergilah sana murid-muridmu sudah menantimudan jangan kau ulangi lagi!.Seketika itu juga ia sudahsampai di rumahnya danmurid-muridnya telahmenunggu kedatangan SyeikhDaqiqil. Dijelaskan bahwayang menjadi makmum sholatberjamaah dengan SayyidiBadawi pada kejadian ituadalah para wali.Syekh Imam al Munawiberkata : “Ada seorang Syeikhyang setiap akan bepergianselalu berziarah di makamnyaSyeikh Ahmad al Badawi untukminta ijin, lalu terdengarsuara dari dalam kuburdengan jelas : ”Ya pergilahdengan tawakkal, Insya Allahniatmu berhasil, kejadiantersebut didengar juga olehSyeikh abdul wahabAssya ’roni, padahal saat ituSyeikh Ahmad al Badawisudah meninggal 200 tahunsilam, jadi para aulia ’ ituwalaupun sudah meninggalratusan tahun, namun masihbisa emberi petunjuk.Berkata Syeikh Muhammad al-Adawi : Setengah darikeindahan keramat beliauialah, pada saat banyaknyaorang yang ingin berusahamembatalkan peringatanmaulidnya beliau, dimanaorang-orang tersebutmenghadap dan memintakepada Syeikh Imam Yahya al-Munawiy agar beliau maumenyetujuinya. Sebagai orangyang berpengaruh danberpendirian kuat pada masaitu, Syeikh Yahya tidakmenyetujuinya, akhirnyaorang-orang tersebut melaporkepada sang raja azh-ZhohirJaqmaq. Sang rajapunberusaha membujuk agarSyeikh Yahya bersediamemberi fatwa untukmembatalkan maulidnyaSayyidi Badawi. Akan tetapiSyeikh Yahya tetap tidak maudan hanya bersediamemberikan fatwa melarangkeharaman-haraman yangterjadi di acara itu. Makaacara maulid tetapdilaksanakan seperti biasa.Dan Syeikh Yahya bekatakepada sang raja: “Aku tetaptak berani sama sekaliberfatwa yang demikian,karena Sayyidi Badawi adalahwali yang agung dan seorangfanatik (malati = bahasajawanya). Hai raja, tunggusaja, kamu akan tahu akibatbahayanya orang-orang yangberusaha menghilangkanperingatan maulid SayyidiBadawi. Memang benar, taklama kemudian mereka yangbertujuan menghilangkanperingatan maulid SayyidiBadawi tertimpa bencana.Orang-orang tersebut adayang dicopot jabatannya dandiasingkan oleh rajanya. Adayang melarikan diri keDimyath akan tetapi kemudianditarik kembali dan diberipengajaran, dirantai dandipenjara selama setengahbulan. Bahkan diantaramereka yang mempunyaijabatan tinggi dikerajaan itulalu banyak yang ditangkap,disidang dengan kelihatanterhina, disiksa dan diborgolbesi di depan majlis hakimsyara’ lalu dihadapkan rajayang kemudian dibuang dinegara Maghrib.Sayyidi Ahmad Badawi pernahberkata kepada seseorang :“ Bahwa pada tahun inihendaknya kamu menyimpangandum yang banyak yangtujuanmu nanti akan kauberikan kepada para fakirmiskin, sebab nanti akanterjadi musim paceklikpangan. Kemudian orang tadimenjalankan apa yangdiperintahkan beliau, danakhirnya memang terbuktikebenaran ucapan SayyidiBadawi.Berkata al-Imam Sya’roni :“Pada tahun 948 H akuketinggalan tidak dapatmenghadiri acara maulidnyaSayyidi Badawi. Lalu ada salahsatu aulia ’ memberi tahukepadaku bahwa SayyidiBadawi pada waktuperingatan itumemperlihatkan diri dimakamnya dan bertanya :“ Mana Abdul WahhabSya’roni, kenapa tidakdatang ?” Pada suatu tahun,al-Imam Sya’roni juga pernahberkeinginan tidak akanmendatangi maulid beliau.Lalu aku melihat beliaumemegang pelepah kurmahijau sambil mengajak orang-orang dari berbagai negara.Jadi orang-orang yang beradadibelakangnya, dikanan dankirinya banyak sekali takterhingga jumlahnya. Terusbeliau melewati aku di Mesir,sayyidi Badawi berkata :“Kenapa kamu tidakberangkat ?”. Aku sedangsakit tuan, jawabku. Sakittidak menghalang-halangiorang cinta. Terus akudiperlihatkan orang banyakdari para aulia ’dan paramasayikh, baik yang masihhidup maupun yang sudahwafat, dan orang-orang yanglumpuh semua berjalandengan merangkak danmemakai kain kafannya,mereka mengikuti dibelakangsayyidi Badawi menghadirimaulid beliau. Terus aku jugadiperlihatkan jama ’ah dansekelompok tawanan yangmasih dalam keadaan terbalutdan terbelenggu juga ikutdatang menghadiri maulidnya.Lalu beliau berkata: lihatlah !itu semua tidak ada yang mauketinggalan, akhirnya akuberkehendak untuk maumenghadiri, dan aku berkata :Insya Allah aku hadir tuanguru ?. Kalau begitu kamuharus dengan pendamping,jawab sayyidi Badawi.Kemudian beliau memberi akudua harimau hitam besar dangajah, yang dijanji tidak akanberpisah denganku sebelumsampai di tempat. Peristiwa inikemudian aku ceritakankepada guruku SyeikhMuhammad asy-Syanawi,beliau lalu menjelaskan:memang pada umumnya paraaulia ’ mengajak orang-orangitu dengan perantaraan, akantetapi sayyidi Ahmad Badawilangsung dengan sendirinyamenyuruh orang-orangmengajak datang. Sungguhbanyak keramat beliau,hingga al-Imam Sya’ronimengatakan,”Seandainyakeajaiban atau keramat-keramat beliau kalau ditulis didalam buku tidaklah akanmuat karena terlalubanyaknya. Tetapi adapeninggalan Syeikh ahmadBadawi yang sangat utama,yaitu bacaan sholawatbadawiyah sughro dansholawat badawiyah kubro.Demikianlah sekelumitmanakib Sayyidi Ahmad AlBadawi disajikan kehadapanpembaca, untuk dapat diambilhikmahnya, DUSTUR YASAYYIDI AHMAD AL BADAWI

Tidak ada komentar:

"MAJELIS RASULULLAH SAW"

"MAJELIS RASULULLAH SAW"









"PERADABAN BARU ISLAM (FITRAH MANUSIA)"

Seaching Blog