Tampilkan postingan dengan label Haul Ulama dan Habaib. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Haul Ulama dan Habaib. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 April 2010

JADWAL HAUL HABAIB SEJAWA

JADWAL PERINGATAN HAUL HABAIB SEJAWA

NO

NAMA BULAN TEMPAT
1. Habib Hadi Bin Abdullah Al-Haddar Minggu, 1 Muharram Lateng Banyuwangi
2. Fakhrul Wujud Syekh Abubakar Bin Syalim Muharram Cidodol Jakarta Selatan
3. Habib Abubakar Bin Husein Assegaf 27 Muharram Bangil Pasuruan
4. Habib Husein Bin Hadi Al-Hamid 12 Shafar Brani Probolinggo
5. Habib Abdullah Bin Ali Al-Haddad 27 Shafar Bangil Pasuruan
6. Habib Hasan Bin Muhammad Al-Hadad Shafar Minggu Terakhir Kota, Jakarta Utara
7. Do’a Tolak Bala dan Maulid di Pon-Pes Darul Hadist Alfagihiyah Shafar Rabu Terakhir Alun-alun Malang
8. Habib Abdul Qadir Bib Alwi Assegaf Rabiul Awal, Minggu Pertama Tuban
9. Maulid di Makam Habib Ahmad Al-Haddad Rabiul Awal Minggu Pertama Sore Habib Kuncung Kalibata
10. Habib Ali Bin Husein Al-Atthas Rabiul Awal, Selasa Terakhir Buluh Condet Jakarta
11. Habib Abdullah Bin Muchsin Al-Atthas. (Selasa malem Maulid, Rabu pagi Haul ) Rabiul Awal Rabu Terakhir Empang bogor
12. Maulid di Habib Abubakar Assegaf Rabiul Awal Jum’at Pertama Gresik
13. Maulid di Habib Muhammad Al-Aydrus Rabiul Awal Jum’at Pertama Ketapang Kecil Surabaya
14. Habib Ali Bin Abdulrahman Al-Habsyi (Rabu sore Ziarah, Kamis sore maulid) Rabiul Awal Rabu Terakhir Kwitang Jakarta Pusat
15. Maulid di Darul Aitam Rabiul Awal Jumat Pagi Tanah Abang Jakarta
16. Habib Muchsin Bid Muhammad Al-Atthas (Haul & Maulid) Rabiul Awal Sabtu Pagi Alhawi Condet Jakarta
17. Maulid di Habib Ahmad Al-Atthas 15 Malam Rabiul Awal Pekalongan
18. Habib Salim Bin Ahmad Bin Zindan Rabiul Awal Senin Sore Otista Jakarta Timur
19. Maulid di Habib Abdulrahman Assegaf Rabiul Awal Minggu Pagi Al Busro Citayam
20. Habib Ali Bin Muhammad Al-Habsyi (Simthuduror) 20 Rabiul Tsani Gurawan Solo
21. Habib Muhammad Bin Idrul Al-Habsyi 22 Rabiul Tsani Ampel Surabaya
22. Habib Muhammad Bib Ahmad Al-Muhdhor 22 Rabiul Tsani Ampel Surabaya
23. Habib Abubakar Bin Syofi Al-Habsyi 22 Rabiul Tsani Ampel Surabaya
24. Habib Idrus Bin Abubakar Al-Habsyi 22 Rabiul Tsani Ampel Surabaya
25. Habib Umar Bin Abdulrahman Al-Atthas 23 Rabiul Tsani Petamburan Jakarta
26. Habib Alwi Bin Salim Al-Aydrus 23 Rabiul Tsani Tanjung Malang
27. Habib Umar Bin Hud Al-Atthas 29 Rabiul Tsani Cipayung Jawa Barat
28. Habib Muhammad Bin Husein Al-Aydrus Jumadil Awal Kamis Terakhir Ketapang Kecil Surabaya
29. Habib Ahmad Bin Abdullah Al-Aydrus Jumadil Akhir Minggu Pertama Benhil Jakarta Pusat
30. Habib Husein Bin Muhammad Al-Haddad Jumadil Akhir Sabtu Ketiga Ampel Surabaya
31. Habib Ja’far Bin Syekhon Assegaf Jumadil Akhir Minggu Ketiga Masjid Jami’ Pasuruan
32. Habib Abdul Qodir Bin Ahmad Bilfaqih Jumadil Akhir Minggu Terakhir Alun-alun Malang
33. Habib Abdullah Bin Abdul Qodir Bilfaqih Jumadil Akhir Minggu Terakhir Alun-alun Malang
34. Habib Muhammad Bin Thohir Ba’bud Rajab Minggu Pertama Ds.Paleng Ploso Kediri
35. Khataman Bukhari di Habib Ahmad Al-Atthas 12 Rajab Pekalongan
36. Khataman Bukhari di Masjid Al-Hawi 26-27 Rajab Condet Cililitan Jakarta
37. Khataman Bukhari di Habib Abubakar Assegaf Rajab Jum’at Terakhir Grasik Surabaya
38. Habib Syeh Bin Salim Al-Atthas 27 Rajab Tipar Sukabumi
39. Habib Muhdor Bin Muhammad Al-Muhdor 29 Rajab Bondowoso
40. Habib Balawi, Al-Syathiri, Al-Qudsi 10 Sya’ban Kp.Bandan Jakarta Utara
41. Habib Ahmad Bin Tholib Al-Atthas 14 Sya’ban Pekalongan
42. Habib Muhammad Bin Thohir Al-Haddad 15 Sya’ban Tegal
43. Habib Muhammad Bin Abdulrahman Assegaf 16 Pagi Sya’ban Indramayu Jawa Barat
44. Habib Ali Bin Abdulrahman Al-Habsyi (Ziarah dimakam Habib Ali, Besoknya Haul) Sya’ban Sabtu Ketiga Kwitang Jakarta Pusat
45. Habib Salim Bin Thoha Al-Haddad Sya’ban Jum’at Terakhir Damai Kalibata
46. Habib Ahmad Bin Alwi Al-Haddad Sya’ban Minggu terakhir Rawajati Kalibata
47. Habib Syech Bin Ahmad Bafaqih Syawal Kamis Kedua Boto Putih Surabaya
48. Habib Umar Bin Ja’far Assegaf 5 Syawal Cibeduk Tapos Jawa Barat
49. Habib Sholeh Bin Muchin Al-Hamid Syawal Minggu Kedua Tanggul Jember
50. Habib Ahmad Bin Ali Bafaqih Syawal Sabtu Terakhir Ds. Tempel Yogyakarta
51. Habib Husein Bib Abubakar Al-Aydrus Syawal Minggu Terakhir Luarbatang Jakarta Utara
52. Majlis Burdah Habib Muhammad Al-Aydrus Syawal Kamis Kedua Ketapang Kecil Surabaya
53. Habib Alwi Bin Muhammad Assegaf 10 Dzulhijah Gresik Kota Surabaya
54. Habib Abubakar Bin Muhammad Assegaf 17 Dzulhijah Masjid Jami’ Gresik
55. Habib Harun Bin Abdullah Baharun 17 Dzulhijah Sumur Songo Gresik

Minggu, 31 Januari 2010

PERINGATAN HAUL KE 152 HABIB HUSEIN BIN ABU BAKAR AL IDRUS KERAMAT LUAR BATANG

Minggu pagi tgl 26 october 2008 , Sejak pagi para jama’ah dan Muhiibin dari berbagai daerah dan penjuru jakarta telah memadati Masjid Keramat Luar batang. Tak ketinggalan sayapun hadir menyambut para tamu Habib Husein bin abu bakar al idrus karena kebetulan saya lahir dan tinggal di Luar batang. Haul habib Husein yang setiap tahun di adakan minggu akhir di bulan syawal. adalah merupakan Prakarsa yang dibuat oleh Habib Utsman bin yahya yang waktu itu menjabat sebagai Mufti Betawi. Kenapa Haul diadakan akhir minggu di bulan syawal padahal habib Husein Bin abu bakar al idrus meninggal pada tanggal 17 romadhan, Menurut habib Utsman bin yahya bahwa Pada bulan romadhon para ulama dan habaib selama bulan Romadhon jarang mereka keluar rumah , mereka para ulama khusu’ ibadah kepada Alloh. Maka atas Usul habib Utsman bin yahya bahwa haul habib Husein bin abu bakar al Idrus diadakan setiap akhir Minggu di bulan Syawal, di samping mengharap keberkahan dari Shohibul Maqom juga sebagai ajang silahturahim dan halal bi halal para ulama dan para kaum muslimin. Tradisi silahturahim yang digagas para ulama terdahulu sampai saat ini masih terpelihara dengan baik, Menjelang puasa setiap akhir kamis di bulan Sya’ban para ulama dan habaib berkumpul juga di Luar batang . Jadi setahun ada dua kali para ulama dan habaib berkumpul di luar batang yaitu akhir kamis di bulan sya’ban dan akhir minggu di bulan syawal.

Habib Ustman bin Yahya ( mufti betawi)

Acara Haul habib Husein yang ke 152 dimulai dengan ziarah bersama diteruskan dengan pembacaan Maulid .ada yang istimewa Haul kali ini , Pembacaan maulid juga dibacakan oleh para putra-putra dari para habaib sebut saja Habib Alwi bin Abdurrahman Al habsyi (kwitang), Habib fahmi , Habib Zein dll. Mereka semua adalah para kader – kader penerus perjuangan para ulama.

Acara di lanjutkan dengan Pembacaan Manaqib Habib Husein bin abu bakar al idrus oleh habib Mustofha bin Abdulloh Al Idrus, Penjabaran serta penlelasan tentang Manaqib Habib Husein bin abu bakar alidrus oleh habib Mustofha seakan membawa jama’ah dan Muhibbin diajak kembali ke masa Silam bagaimana gigihnya habib Husein mensyiarkan Agama Islam di Batavia . (www.sachrony.wordpress.com/2007/08/24/habib-husein-bin-abi-bakar-al-idrus-luar-batang/)

Tausiyah disampaikan Oleh Ulama Muda dan putra serta Cucu dari Ulama Besar jakarta Habib Zindan bin Novel bin Salim Bin Zindan, Habib Zindan menekankan pentingnya kita berhusnu Zhon ( berbaik sangka) baik itu kepada para ulama dan habaib baik yang masih hidup maupun kepada mereka yang telah wafat . Karena sesorang yang berprasangka baik kepada seseoang walaupun pada kenyataannya tidak benar itu akan mendapat pahala dari Alloh Swt sedangkan orang yang berburuk sangka kepada seseorang akan jauh dari rahmat Allloh. Dikisahkan bahwa Syeck Abdul qodir jailani sewaktu mendengar bahwa disuatu negeri ada seseorang yang menjadi ahli ilmu dan wali, maka dengan Niat mengambil berkah dari wali tersebut Syech Abdul qodir jailani pergi untuk menemui Ulama dan Wali besar tersebut. Ditengah perjalalan Syeck Abdul qodir al jailani bertemu dengan seseorang yang kebetulan punya maksud yang sama untuk bertemu dengan Ulama dan wali besar tersebut. hanya saja orang tersebut punya niat ingin menguji ilmu yang dimiliki oleh Ulama besar tersebut . Sesampainya ditempat yang di tuju mereka disambut oleh Ulama tersebut, belum sempat mereka berdua mengutarakan niatnya , sang ulama tersebut mendahului biacara ” Kau kemari hanya ingin menguji ilmu yang kumilki ketahulilah kelak kau akan mati dalam keadaan keluar dari Islam karena kesombongan ilmu yang kau miliki. Dan kau Abdul Qodir jailani kelak kau akan menjadi ulama dan wali besar dan Telapak kakimu berada di pundak para wali-wali dan kau akan menjadi pemimpin para wali.Dan hal ini terbukti apa yang telah disampaikan oleh Ulama tersebut Orang yang punya niat dan berprasangka jelek kepada dirinya akhirnya meninggal dalam keadaan tidak membawa iman , dia tenggelam dalam urusan dunia . Sedangkan Syech Abdul qodir al jailani telah menjadi Ulama besar dan manjadi pemimpin para wali sedunia ( Sulthon Awliya).

Acara haul ditutup dengan do’a dan dilanjutkan dengan sholat zhuhur berjama;ah serta santap nasi kebuli . Semoga Alloh memanjangkan umur kita untuk dapat mengikuti acara haul habib Husein bin abubakar al idrus tahun depan Amin

Senin, 04 Januari 2010

PERINGATAN HAUL MAHA GURU PON-PES DARUL HADIST ALFAQIHIYYAH MALANG JAWA TIMUR

Tulisan ini kiriman dari Ustadz Ahmad prapanca dan Habib Munzir Al musawa ( majelis Rosululloh ) yang menghadiri Haul Maha Guru Pon-pes Darul Hadist Al faqihiyyah di malang Jawa Timur tanggal 21 Juni 2009 .

maha guru pon-pes Darul hadist alfaqihiyyahMaha guru Pon-pes darul Hadist Al faqihiyyah Alhabr Al habib Abdul qodir Bil Faqih Dan Al Musnid Al habib Abdulloh bil Faqih

berikut Tulisan habib Munzir Al Musawa :

Putra Mahkota dari Al Habib Abdullah Balfaqih adalah Assayyid Abdulqadir, Assayyid Muhammad, dan Assayyid Abdurrahman, ketiganya hadir dan menyemerakkan acara tsb.

Diantara penjelasan dalam ringkasan Manakib yg dibacakan adalah bahwa Alhabib Abdullah dan ayahnya (alaihima Rahmatullah) adalah Mursyid Thariqah Alawiyyah, maka murid muridnya pun dituntun untuk mengikuti Thariqah Alawiyyah, yg sejalan dg Alqur’an dan sunnah.

Acara selesai beberapa menit sebelum adzan dhuhur, ribuan massa mengerubuti karung dosa ini., dan saya kembali ke kediaman hb Husein Mauladdawilah dg tubuh seakan hancur sebab kerubutan massa, Hb Husein menyediakan kamar khusus, saya berwudhu dan saya rasakan air yg sangat sejuk, maka selepas wudhu saya rebahkan diri di kamar tsb krn kelelahan dan kira kira 50 menit terlelap , saya keluar kamar dan sudah ditunggu banyak tamu yg ingin beramah tamah sesaat dan foto bersama, lalu pk 13.30 wib menuju Bandara Abdurrahman Saleh untuk kembali ke Jakarta
Risalah ini saya tulis diatas ketinggian ribuan meter dari permukaan, disampingku gumpalan gumpalan awan dan gunung gunung kokoh sebagai lambang kekuatan Allah swt, bagaikan para wali Allah dan Ulama yg bagaikan gunung gunung penguat ummat, sebagai lambang kekuatan Allah swt di dunia dan akhirat

(Ditulis oleh Alhabib Munzir Almusawa)

Assalamualaikum wr wb

Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah swt yang telah memudahkan alfaqir berangkat menghadiri Haul orang-orang Mulya yang diRidhoiNya yaitu Al Hafidh Al Musnid Alhabib Abdullah bin Abdulqadir Balfaqih, dan haul ayahandanya yaitu Al Hafidh Al Musnid Alhabib Abdulqadir bin Ahmad Balfaqih,di pondok pesantren yang didirikannya ponpes Darul Hadist al Faqihiyyah Malang jawa Timur.Sholawat dan salam semoga Allah swt limpahkan untuk junjungan kita Nabi Muhammad saw beserta keluarga dan dzuriyyatnya jg kita umatnya hingga Akhir zaman.

Perjalanan alfaqir awali dari Kantor dibilangan Cikini JakPus setelah ba’da Jum’at menuju stasiun senen Jakarta dengan menumpang kereta api MataRemaja tujuan senen-Malang ditemani terik matahari yang menyengat tubuh namun semangatku menuju kesana malah makin berlipat,diatas kereta telah menunggu guru-guru saya yang mereka adalah alumni ponpes Darul Hadist dengan 27 orang jamaah lainnya terdiri dari anak2 muda juga ibu2 para muhibin yang sangat mencintai dzurriyyati Rasul saw khususnya para pendiri ma’had Darul Hadist.

Waktu menunjukkan pukul 14;15 kereta mulai bergerak diiringi doa kami juga antum semua perjalanan kami dan Rombongan dimulai,satu demi satu stasiun kami lewati selama -+19 jam kami diatas kereta pemandangan indah hijaunya sawah dan bukit-bukit yang menandakan kekuasaan ilahi Robbi membuat kami terhibur dengan jenuhnya situasi diatas kereta,Alhamdulilla h tanpa halangan lagi2 Allah menunjukan keRidhoanNya kepada kami hingga tiba dengan selamat,kira2 pukul 9;30 hari berikutnya, sampailah kami di stasiun tujuan yaitu stasiun Malang.

Sejurus kemudian kami melangkahkan kaki keluar dari stasiun menuju penginapan walau dalam keadaan lelah saya mengajak Ust.M.Khozin dan beberapa orang lainnya melintasi jalan2 dikota Apel tsb sedang dgn berjalan kaki dan sebagian rombongan lagi naik angkot,ditemani terik matahari namun tidak menghilangkan sejuknya kota Malang yang dikelilingi Gunung dan perbukitan,beberapa Hotel kami datangi tuk memboking kamar hingga akhirnya kami dapat kamar di Hotel Santosa yang letaknya beberapa ratus meter saja dari ponpes Darul Hadist dekat alun2 kota Malang.

Setelah beristirahat kira2 1 jam kami mencari makan siang dan berkeliling kota Malang mencari oleh2 kemudian kembali ke Hotel tuk beristirahat. Ba’da Ashar kami lanjutkan berziarah ke Makam Orang yang di Mulyakan Allah swt yaitu Maqam Alm.Prof.Dr alImam alHafidz alMusnid alHabr Habib Abdullah bin Abdul Qadir balFaqih disana telah berkumpul Ribuan jamaah tuk melangsungkan Acara Tahlilan dan Doa bersama dipimpin oleh anak2 dari almarhum dan juru kunci Maqam,acara berlangsung -+1 jam yang ditutup dengan doa.

Kota Malang hari itu benar2 menjadi kota santri dimana setiap orang memakai sarung,Peci putih dan Gamis berseliweran baik di jalan2 kota maupun ditoko2 super market pemandangan menjadi terbiasa dgn seragam yang mencirikan Muslim tsb.Selesai acara kami bersilaturahim ke rumah2 muallim pengajar ponpes Darul Hadist.akhirnya tibalah waktu Magrib kami lanjutkan perjalanan ke Masjid Agung di dpn alun2 kota Malang tuk melaksanakan sholat Magrib.Selesai sholat kami menuju ponpes untuk mengikuti acara hataman Qur’an didepan ponpes berdiri tenda yang memanjang kira2 hingga 500 m dengan panggung sekitar 20 m yang telah penuh sesak dengan para jamaah sedang diatas panggung puluhan para Habaib dari berbagai pelosok negri ini.Dalam kesempatan tersebut saya tak menyia2kannya dengan mengambil gambar didlm ma’had juga bertabarruk dengan mencuci muka jg menghirup air dari pesantren tsb dengan harapan semoga anak keturunanku dapat mencicipi belajar ditempat mulya itu,di ponpes tsb ada ruang yg bernama ruang/pintu Bukhari yang biasa dipakai oleh Habib Abdullah bilFaqih sebagai kantor hanya orang tertentu yg dapat masuk ruang tsb,setelah berdoa di dpn pintu tsb ust.M.khozin mencium pintu tsb dengan dibarengi tetes air matanya tanda rindu pada sang Guru yang Mulya.aku terharu..dan membuatku terenyuh betapa bangganya orang yg sempat bertemu dan mencicipi pengajaran dari Guru Mulya nan lembut ini, tak terasa air matakupun jatuh..Allahu. .Allah..

Setelah mengambil gambar tempat mulya tsb aku beranjak mendekati panggung tempat acara namun sayang pihak panitia tidak mengizinkan jamaah mengambil gambar dlm acara tsb,setelah hataman Qur’an acara dilanjutkan dengan Tausyiah oleh tuan rumah AlHabib muhammad bin Abdullah BalFaqih,dengan menggebu2 Beliau mengingatkan para jamaah tuk selalu menjaga adabnya terhadap Guru/Muallim para staff penggajar berkali2 Beliau meneteskan air mata merindukan sosok sang ayah yg mengajar dengan kelembutan & ketegasan dan juga mengajak jamaah Muslimin/mat agar tidak mudah di adudomba dengan adanya PilPres,kemudian di lanjutka dengan doa oleh Habib Hud bin Bagir dari Jakarta acara ditutup dengan walimatunnikah anak dari slah satu staff pengajar.

Dalam setiap acara yang di adakan tidak henti2nya nmasi kembuli diajikan tuk para jamaah baik dimaqam maupun di ponpes jadi tuk pengalaman anda tak perlu khawatir akan kelapara atau kehausan,Acara khataman berakhir pada jam -+10 an kemudian acara ramah tamah antar alumni yang telah berpisan tahunan atau puluhan tahun.kemudian kami kembali ke Hotel sebelumnya berkeliling di alun2 sekedar membeli jagung bakar.

Pagipun menjelang acara pamungkas segera di mulai waktu menunjukan jam 7;00 namun kami terlebih dahulu menziarahi Maqam,Kubah biasa disebut oleh para santri disanapun telah berkumpul ribuan orang tuk melaksanakan ziarah perpisahan,selesai itu kami bergegas ke ponpes tuk mengikuti acara inti Haul AlMusnid alHafizd alHabr Habib Abdullah dan ayahanda Beliau alHabib Abdul Qadir BqlFaqih,acara diawali dgn pelantunan Qasidah yang di sukai oleh Almarhum,kemudian pembacaan Manaqib pada saat itulah muncul sosok yang tak asing bagiku dan para jamaah Guru Mulya kita AlHabib Munzir alMusawa dengan dikawal 2 orang Habib lainnya,namun dengan Mudah aku menerobos para jamaah dan dengan santai dapat menyentuh tangan nan lembut dan Mulya itu tanpa rintangan pikirku..’Kok. .mudahan mencium tangan Beliau disini’ wah..Allah swt telah memudahkanku inipun salah satu nikmatNya swt kemudian acara dilanjutkan sambutan2.

1.Sambutan tuan rumah
yang di wakili oleh Hb.Muhammad BalFaqih.
2.sambutan wakil pemerintah oleh Syaifullah yusup.
3.sambutan oleh MENPAN Bpk M.Nuh,sekaligus peresmian Website DarulHadist.
4.ceramah agama oleh Habib Taufiq Assegaf(Tegal) .
5.ceramah oleh Kyai Kharismatik Madura (ana lupa namanya,afwan) .
6.ceramah Oleh Guru Mulya alHabib Munzir alMusawa.(yg telah sy posting dicatatan sebelumnya)
7.ditutup Doa bersama.

Setelah acara ceramah guru Mulya kita,aku tergesa2 beranjak ke Hotel mengemas barang2 takut kehabisan tiket namun tiket telah dibeli Oleh kepala rombongan yakni al Ust.M.assin tenanglah aku,setelah menunggu 3 jam tepat pukul 16:00 kereta di berangkatkan teriring doa dan niat ku tuk dapat kembali ke kota mulya ini yg pernah di huni oleh 2 orang Guru yng diRidhoi&di Mulyakan Allah swt.

dan jeda waktu menunggu kereta kami menemui seorang Habib setengah tua yang menurut Beliau bertugas mengamankan wilayah Indonesia dgn cara memasang perangkat Ghaib di wilayah2 bencana,ingin mengetahui ceritanya tunggu catatan saya berikutnya.. .

Demikian saudara/i ku..

PERINGATAN HAUL MAHA GURU PON-PES DARUL HADIST ALFAQIHIYYAH MALANG JAWA TIMUR

Tulisan ini kiriman dari Ustadz Ahmad prapanca dan Habib Munzir Al musawa ( majelis Rosululloh ) yang menghadiri Haul Maha Guru Pon-pes Darul Hadist Al faqihiyyah di malang Jawa Timur tanggal 21 Juni 2009 .

maha guru pon-pes Darul hadist alfaqihiyyahMaha guru Pon-pes darul Hadist Al faqihiyyah Alhabr Al habib Abdul qodir Bil Faqih Dan Al Musnid Al habib Abdulloh bil Faqih

berikut Tulisan habib Munzir Al Musawa :

Putra Mahkota dari Al Habib Abdullah Balfaqih adalah Assayyid Abdulqadir, Assayyid Muhammad, dan Assayyid Abdurrahman, ketiganya hadir dan menyemerakkan acara tsb.

Diantara penjelasan dalam ringkasan Manakib yg dibacakan adalah bahwa Alhabib Abdullah dan ayahnya (alaihima Rahmatullah) adalah Mursyid Thariqah Alawiyyah, maka murid muridnya pun dituntun untuk mengikuti Thariqah Alawiyyah, yg sejalan dg Alqur’an dan sunnah.

Acara selesai beberapa menit sebelum adzan dhuhur, ribuan massa mengerubuti karung dosa ini., dan saya kembali ke kediaman hb Husein Mauladdawilah dg tubuh seakan hancur sebab kerubutan massa, Hb Husein menyediakan kamar khusus, saya berwudhu dan saya rasakan air yg sangat sejuk, maka selepas wudhu saya rebahkan diri di kamar tsb krn kelelahan dan kira kira 50 menit terlelap , saya keluar kamar dan sudah ditunggu banyak tamu yg ingin beramah tamah sesaat dan foto bersama, lalu pk 13.30 wib menuju Bandara Abdurrahman Saleh untuk kembali ke Jakarta
Risalah ini saya tulis diatas ketinggian ribuan meter dari permukaan, disampingku gumpalan gumpalan awan dan gunung gunung kokoh sebagai lambang kekuatan Allah swt, bagaikan para wali Allah dan Ulama yg bagaikan gunung gunung penguat ummat, sebagai lambang kekuatan Allah swt di dunia dan akhirat

(Ditulis oleh Alhabib Munzir Almusawa)

Assalamualaikum wr wb

Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah swt yang telah memudahkan alfaqir berangkat menghadiri Haul orang-orang Mulya yang diRidhoiNya yaitu Al Hafidh Al Musnid Alhabib Abdullah bin Abdulqadir Balfaqih, dan haul ayahandanya yaitu Al Hafidh Al Musnid Alhabib Abdulqadir bin Ahmad Balfaqih,di pondok pesantren yang didirikannya ponpes Darul Hadist al Faqihiyyah Malang jawa Timur.Sholawat dan salam semoga Allah swt limpahkan untuk junjungan kita Nabi Muhammad saw beserta keluarga dan dzuriyyatnya jg kita umatnya hingga Akhir zaman.

Perjalanan alfaqir awali dari Kantor dibilangan Cikini JakPus setelah ba’da Jum’at menuju stasiun senen Jakarta dengan menumpang kereta api MataRemaja tujuan senen-Malang ditemani terik matahari yang menyengat tubuh namun semangatku menuju kesana malah makin berlipat,diatas kereta telah menunggu guru-guru saya yang mereka adalah alumni ponpes Darul Hadist dengan 27 orang jamaah lainnya terdiri dari anak2 muda juga ibu2 para muhibin yang sangat mencintai dzurriyyati Rasul saw khususnya para pendiri ma’had Darul Hadist.

Waktu menunjukkan pukul 14;15 kereta mulai bergerak diiringi doa kami juga antum semua perjalanan kami dan Rombongan dimulai,satu demi satu stasiun kami lewati selama -+19 jam kami diatas kereta pemandangan indah hijaunya sawah dan bukit-bukit yang menandakan kekuasaan ilahi Robbi membuat kami terhibur dengan jenuhnya situasi diatas kereta,Alhamdulilla h tanpa halangan lagi2 Allah menunjukan keRidhoanNya kepada kami hingga tiba dengan selamat,kira2 pukul 9;30 hari berikutnya, sampailah kami di stasiun tujuan yaitu stasiun Malang.

Sejurus kemudian kami melangkahkan kaki keluar dari stasiun menuju penginapan walau dalam keadaan lelah saya mengajak Ust.M.Khozin dan beberapa orang lainnya melintasi jalan2 dikota Apel tsb sedang dgn berjalan kaki dan sebagian rombongan lagi naik angkot,ditemani terik matahari namun tidak menghilangkan sejuknya kota Malang yang dikelilingi Gunung dan perbukitan,beberapa Hotel kami datangi tuk memboking kamar hingga akhirnya kami dapat kamar di Hotel Santosa yang letaknya beberapa ratus meter saja dari ponpes Darul Hadist dekat alun2 kota Malang.

Setelah beristirahat kira2 1 jam kami mencari makan siang dan berkeliling kota Malang mencari oleh2 kemudian kembali ke Hotel tuk beristirahat. Ba’da Ashar kami lanjutkan berziarah ke Makam Orang yang di Mulyakan Allah swt yaitu Maqam Alm.Prof.Dr alImam alHafidz alMusnid alHabr Habib Abdullah bin Abdul Qadir balFaqih disana telah berkumpul Ribuan jamaah tuk melangsungkan Acara Tahlilan dan Doa bersama dipimpin oleh anak2 dari almarhum dan juru kunci Maqam,acara berlangsung -+1 jam yang ditutup dengan doa.

Kota Malang hari itu benar2 menjadi kota santri dimana setiap orang memakai sarung,Peci putih dan Gamis berseliweran baik di jalan2 kota maupun ditoko2 super market pemandangan menjadi terbiasa dgn seragam yang mencirikan Muslim tsb.Selesai acara kami bersilaturahim ke rumah2 muallim pengajar ponpes Darul Hadist.akhirnya tibalah waktu Magrib kami lanjutkan perjalanan ke Masjid Agung di dpn alun2 kota Malang tuk melaksanakan sholat Magrib.Selesai sholat kami menuju ponpes untuk mengikuti acara hataman Qur’an didepan ponpes berdiri tenda yang memanjang kira2 hingga 500 m dengan panggung sekitar 20 m yang telah penuh sesak dengan para jamaah sedang diatas panggung puluhan para Habaib dari berbagai pelosok negri ini.Dalam kesempatan tersebut saya tak menyia2kannya dengan mengambil gambar didlm ma’had juga bertabarruk dengan mencuci muka jg menghirup air dari pesantren tsb dengan harapan semoga anak keturunanku dapat mencicipi belajar ditempat mulya itu,di ponpes tsb ada ruang yg bernama ruang/pintu Bukhari yang biasa dipakai oleh Habib Abdullah bilFaqih sebagai kantor hanya orang tertentu yg dapat masuk ruang tsb,setelah berdoa di dpn pintu tsb ust.M.khozin mencium pintu tsb dengan dibarengi tetes air matanya tanda rindu pada sang Guru yang Mulya.aku terharu..dan membuatku terenyuh betapa bangganya orang yg sempat bertemu dan mencicipi pengajaran dari Guru Mulya nan lembut ini, tak terasa air matakupun jatuh..Allahu. .Allah..

Setelah mengambil gambar tempat mulya tsb aku beranjak mendekati panggung tempat acara namun sayang pihak panitia tidak mengizinkan jamaah mengambil gambar dlm acara tsb,setelah hataman Qur’an acara dilanjutkan dengan Tausyiah oleh tuan rumah AlHabib muhammad bin Abdullah BalFaqih,dengan menggebu2 Beliau mengingatkan para jamaah tuk selalu menjaga adabnya terhadap Guru/Muallim para staff penggajar berkali2 Beliau meneteskan air mata merindukan sosok sang ayah yg mengajar dengan kelembutan & ketegasan dan juga mengajak jamaah Muslimin/mat agar tidak mudah di adudomba dengan adanya PilPres,kemudian di lanjutka dengan doa oleh Habib Hud bin Bagir dari Jakarta acara ditutup dengan walimatunnikah anak dari slah satu staff pengajar.

Dalam setiap acara yang di adakan tidak henti2nya nmasi kembuli diajikan tuk para jamaah baik dimaqam maupun di ponpes jadi tuk pengalaman anda tak perlu khawatir akan kelapara atau kehausan,Acara khataman berakhir pada jam -+10 an kemudian acara ramah tamah antar alumni yang telah berpisan tahunan atau puluhan tahun.kemudian kami kembali ke Hotel sebelumnya berkeliling di alun2 sekedar membeli jagung bakar.

Pagipun menjelang acara pamungkas segera di mulai waktu menunjukan jam 7;00 namun kami terlebih dahulu menziarahi Maqam,Kubah biasa disebut oleh para santri disanapun telah berkumpul ribuan orang tuk melaksanakan ziarah perpisahan,selesai itu kami bergegas ke ponpes tuk mengikuti acara inti Haul AlMusnid alHafizd alHabr Habib Abdullah dan ayahanda Beliau alHabib Abdul Qadir BqlFaqih,acara diawali dgn pelantunan Qasidah yang di sukai oleh Almarhum,kemudian pembacaan Manaqib pada saat itulah muncul sosok yang tak asing bagiku dan para jamaah Guru Mulya kita AlHabib Munzir alMusawa dengan dikawal 2 orang Habib lainnya,namun dengan Mudah aku menerobos para jamaah dan dengan santai dapat menyentuh tangan nan lembut dan Mulya itu tanpa rintangan pikirku..’Kok. .mudahan mencium tangan Beliau disini’ wah..Allah swt telah memudahkanku inipun salah satu nikmatNya swt kemudian acara dilanjutkan sambutan2.

1.Sambutan tuan rumah
yang di wakili oleh Hb.Muhammad BalFaqih.
2.sambutan wakil pemerintah oleh Syaifullah yusup.
3.sambutan oleh MENPAN Bpk M.Nuh,sekaligus peresmian Website DarulHadist.
4.ceramah agama oleh Habib Taufiq Assegaf(Tegal) .
5.ceramah oleh Kyai Kharismatik Madura (ana lupa namanya,afwan) .
6.ceramah Oleh Guru Mulya alHabib Munzir alMusawa.(yg telah sy posting dicatatan sebelumnya)
7.ditutup Doa bersama.

Setelah acara ceramah guru Mulya kita,aku tergesa2 beranjak ke Hotel mengemas barang2 takut kehabisan tiket namun tiket telah dibeli Oleh kepala rombongan yakni al Ust.M.assin tenanglah aku,setelah menunggu 3 jam tepat pukul 16:00 kereta di berangkatkan teriring doa dan niat ku tuk dapat kembali ke kota mulya ini yg pernah di huni oleh 2 orang Guru yng diRidhoi&di Mulyakan Allah swt.

dan jeda waktu menunggu kereta kami menemui seorang Habib setengah tua yang menurut Beliau bertugas mengamankan wilayah Indonesia dgn cara memasang perangkat Ghaib di wilayah2 bencana,ingin mengetahui ceritanya tunggu catatan saya berikutnya.. .

Demikian saudara/i ku..
Al Faqir Ahmad Prafanca
Wassalamualaikum wr wb.

Senin, 14 Desember 2009

Haul ke-2 Buya Maliki

Subuh hari Jumaat tanggal 15 Ramadhan 1425H, kembalilah seorang ulama besar yang ilmunya tetap bersinar dan insya-Allah akan terus cemerlang melalui karangan dan murid-murid asuhannya. Hari ini 15 Ramadhan 1427H, adalah haul ke-2 pemergian almarhum Habib Muhammad bin ‘Alawi bin ‘Abbas bin ‘Abdul ‘Aziz al-Maliki al-Hasani al-Makki rhm. Beliau adalah merupakan ulama besar dan pembela Ahlus Sunnah wal Jama`ah daripada serangan pentaksub ajaran Wahhabi. Beliau dididik dari kecil dengan asuhan agama, telah menghafal al-Quran ketika usianya 7 tahun dan hafal “al-Muwattha`” pada usia 15 tahun. Pada usianya 25 tahun, beliau meraih gelar doktor ilmu hadits dengan predikat mumtaz di bawah bimbingan ulama besar Mesir, Prof. Dr. Muhammad Abu Zahrah. Rehlah ilmiahnya cukup panjang dan luas di bawah bimbingan para ulama yang 'amilin. Pada 2 Shafar 1421 / 6 Mei 2000 beliau telah dikurniakan dengan gelaran "ustadziyyah" atau "professor" daripada Universiti al-Azhar asy-Syarif.

Sebagai ulama dan daie, perjalanan hidupnya juga dipenuhi onak dan duri ujian pancaroba seperti jejak para pendahulu beliau. Pada tahun 80-an, terjadi perselisihan besar antara beliau dengan beberapa ulama Wahhabi (semestinya tidak mengaku Wahhabi) yang didokong oleh Kerajaan Saudi. Beliau telah dituduh sesat, penyebar bid`ah dan khurafat (subhanAllah, jika ulama besar lagi keturunan asyraf yang mulia ini juga tidak terlepas daripada tohmahan dan tuduhan puak mubtadi` Wahhabi-Salafi itu, maka siapakah kita untuk terlepas daripada tuduhan mereka. Oleh itu, jangan gusar apabila dituduh sebagai sesat, syirik dan ahli bid`ah oleh puak-puak tersebut. ) Perselisihan tersebut semakin meruncing sehingga beliau diajak berdialog dengan Syaikh Sulaiman ibnu Mani` al-Wahhabi atas saranan Mufti Wahhabi ketika itu Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz al-Wahhabi (tanbih: berhati-hatilah dengan fatwa ulama Wahhabi ini) yang memang bermusuh dengan Habib Muhammad al-Maliki. Syaikh Ibnu Mani` kemudian menerbitkan dialognya dengan Habib Muhammad dalam bentuk buku dengan jodol “Hiwar ma`al Maliki li raddi munkaratihi wa dholalatihi” (Dialog bersama al-Maliki pada menolak kemungkaran dan kesesatannya). Habib Muhammad pula menerbitkan bukunya yang terkenal, iaitu “Mafahim yajibu an tushahhah”. Kitab beliau ini telah mendapat pujian dan pengiktirafan oleh ramai ulama besar dari seluruh pelusuk dunia Islam. Selain daripada itu, ulama-ulama Mesir, Tunisia, Kuwait dan sebagainya telah membuat pembelaan mereka terhadap Habib Muhammad al-Maliki dengan lisan dan tulisan. Kezaliman terhadap beliau tidak berhenti setakat itu, tetapi beliau juga telah ditegah dan dikeluarkan dari mengendali halaqah turun temurun keluarga beliau dalam Masjidil Haram oleh gembung-gembung Wahhabi. Semua ini dihadapi beliau dengan penuh kesabaran, setelah ditegah mengajar dalam Masjidil Haram, beliau mengajar di kediaman beliau di Syari` Alawi, Rushaifah, Makkah, kerana beliau berdakwah semata-mata kerana Allah s.w.t. dan Allah itu tidak mengambil tempat. Murid-murid yang memondok di situ ditanggung segala nafkah makan-minum mereka oleh beliau....Allahu...Allah, bandingkan dengan sesetengah pihak sekarang baru buat website yang kononnya Islami, dah mintak sedekah kiri-kanan, bahkan tak segan silu mintak bahagian zakat, kononnya untuk membiayai "jihad" mereka....Allahu...Allah.

Alhamdulillah, sebelum kewafatan beliau, Allah telah memperlihatkan kejayaan dakwah dan tarbiyah beliau dengan lunturnya sedikit demi sedikit fahaman ekstrem Wahhabi ini dan beliau kembali mendapat pengiktirafan yang sewajarnya daripada Kerajaan Saudi. Beliau dimaqamkan di Jannatul Ma'ala dekat dengan maqam nenda beliau Sayyidatina Khadijah ummul mu'minin r.anha. Mudah-mudahan Allah meredhai beliau dan menjadikan tempat kedudukannya Syurga yang tertinggi bersama nendanya Junjungan Nabi s.a.w......al-Fatihah.

18 ulasan:

nai berkata...

Allahuakbar!

Semalam, merupakan nisf Ramadhan yg mengingatkan kita dengan pemergian Ulama' 'Amilin yg kita kagumi dan segani lagi sayangi.

Al-Marhum Abuya atau Syeikh Alawi Al-Maliki sangat ana kagumi akan peribadinya dan tulisannya. dengan peluang dan barakah yg Allah beri kebetulan sempenan Seminar di UIA baru2 ni yang ulama' ulama2 kita datang, ana ditaklifkan terjemah sedikit juzu' dr kitab beliau yang masyhur dan mustafid jiddan. Walau tersangat lemah dan banyak kekurangan namun menyelongkar isi kitab itu memang tersangat kagum.
SubhanAllah..

Namun yang teramat mendukacitakan, tanpa disangka kebetulan semasa ana ke bilik Syeikh Hadith di sini, untuk bertanya tentang salah satu takrij hadith tanpa disangka2 ana terjumpalah kita yang berkaitan dengan Syeikh Alawi.

Rasanya tentang hiwar tersebut rasanya. Bagaimana Syaikh Bin Baz mengatakan Syeikh Alawi sesat dan menyuruhnya bertaubat. Allahuakbar!

Kita pelajar, dan kita menilai dan bila ana baca sedih pula rasanya. Emm mudahnya tokoh2 puak2 tu menghukum. Aduhai! Habis ulama'2 yang kita cintai disesatkan. Mereka sangat mudah mentabid' dan menghukum zahir.

Kata mereka: Kita sangat tassub pd mazhab dan menganggap ulama' kita maksum...

Ini isu lama, dan sangat salah pula kenyataannya. Tanpa mereka sedari mereka itulah lebih taasub dengan aliran mereka itu.

Kita cinta pd Ulama' dan hormati mereka kerana mereka itu wajar dihormati kerana menghormati ulama' dan menjaga adab-adab bersama mereka adalah jalan salaf as-soleh mendapat barakah ilmu di sepanjang jalan. Banyak kitab2 sebut tentang ini(bagaimana ulama'2 salaf menjaga adab) termasuk di dalam Risalah Al-Mustarsyidin yg ditahqiq oleh Syeikh Abu-Guddah.

Mereka lupa bukannya kita tidak boleh berkhilaf dengan para Ulama' namun bagaimana kita hadam akan manhaj istinbat ahkam dan mafhum nas dan mahir pula di dalam setiap lapang ilmu syarie dengan daqiq, rasikh, damiqhah maka bolehlah kamu ingin berkata kamu ingin berselisih dengan ulama'.

Namun disebabkan kita sekarang isu aqidah tidak selesai, manhaj tidak faham, adab tidak jaga, berada di dalam kekeliruaan, fitnah sana-sini, baca buku sikit2 ceduk sana sini sudah kata faqeh di dalam agama.

Ana teringat akan sahabiah ana dr Us yang seorang Syafie suaminya mengajar talqqi Feqh Syafie dan anak murid kepada Syeikh Ali Jum'ah berkata; Ulama'-ulama' dahulu masyarakat dahulu sangat boleh membina tamadun kerana mereka itu tidaklah mcm kita sekarang, disebabkan sangat tersohor fitnahnya, maka mudah kita ambil dr buku2 tertentu tanpa berguru dengan guru yang sohih pula.

Ini adalah fitnah besar sekarang. Moga2 Allah suluh hati kita dengan Nur Iman yang tetap hingga ke akhir.

Moga2 Allah mencucuri RahmahNYA kepada roh Syeikh Alawi Al-Maliki Al-Hasani.

Haul Imam al-Haddad

Haul Imam al-Haddad

7 Dzul Qaedah merupakan haul Imam al-Haddad. Imam al-Haddad ulama dan waliyUllah yang terkenal keturunan baitun nubuwwah, Bani Zahra` min aali 'Ali, Saadah Ba 'Alawi. Dilahirkan di Kota Tarim al-Ghanna pada 5 Shafar al-Khair 1044H. Aku telah menulis serba sedikit mengenai riwayat hidup Imam yang mulia ini dalam posting yang lalu. Kali ini aku hanya ingin menegaskan bahawa Imam al-Haddad yang terkenal sebagai seorang yang berilmu tinggi lagi arif billah, tetap berpegang dengan mazhab Syafi`i dan beri'tiqad dengan i'tiqad Imam Abu Hasan al-'Asy'ari.

Mufti Hadhramaut, Habib 'Abdur Rahman bin Muhammad bin Husain bin 'Umar al-Masyhur Ba 'Alawi dalam "Ghaayatu Talkhish al-muraad min fatawa Ibni Ziyaad" menyatakan bahawa Imam a-Haddad adalah mujaddid kurun ke-11H. Elok juga, jika aku nukilkan kalam Mufti Hadhramaut ini untuk tatapan kalian. Pada halaman 293 - 294 di pinggir "Bughyatul Mustarsyidin", beliau menyatakan:-

[Masalah] Hadits "Bahawasanya Allah akan membangkitkan buat umat ini pada awal setiap 100 tahun orang yang akan memperbaharui (mentajdidkan) agama umat ini (yakni yang akan memperbaharui pegangan dan keyakinan umat terhadap agama mereka)," dikeluarkan hadits ini oleh Imam Abu Dawud dan Imam al-Hakim dan selain kedua mereka. Dan dalam lafaz lain dinyatakan "Pada setiap 100 tahun seorang lelaki daripada ahli baitku," sebagaimana dinyatakan oleh Imam Ahmad. Berkata Imam as-Sayuthi, hadits ini adalah masyhur dengan diriwayatkan oleh para hafiz yang muktabar. Maka mujaddid bagi:-
  1. Kurun pertama: Sayyidina 'Umar bin 'Abdul 'Aziz;
  2. Kurun ke-2: Imam Muhammad bin Idris asy-Syafi`i;
  3. Kurun ke-3: Ibnu Suraij atau al-Asy'ari;
  4. Kurun ke-4: ash-Sha'luki atau Abu Hamid al-Isfaraini atau Qadhi Abu Bakar al-Baaqilani;
  5. Kurun ke-5: Imam al-Ghazali tanpa ada khilaf;
  6. Kurun ke-6: al-Fakhrur Razi atau ar-Rifaa`i;
  7. Kurun ke-7: Ibnu Daqiiqil 'Eid;
  8. Kurun ke-8: al-Bulqini dan Zainuddin al-'Iraqi atau Ibnu Bintil Mailaq;
  9. Kurun ke-9 : Syaikh Zakaria al-Anshari sebagaimana dinyatakan oleh guru kami ath-Thanbadaawi dan adalah Imam asy-Sayuthi telah menisbahkan tajdid kepada dirinya (yakni menyatakan dirinya sebagai mujaddid), dan tiada syak bahawa Syaikh Zakaria lebih memberi manfaat (buat umat) dan lebih masyhur, maka dialah mujaddid ke-9 ini, insya-Allah;
  10. Kurun ke-10: yang aku jumpa daripada keterangan para masyaikh bahawa mujaddid kurun ini ialah Syaikh Ahmad bin Hajar al-Haitami atau Imam Muhammad ar-Ramli, dan dirajihkan oleh sebahagian ulama bahawa mujaddidnya ialah Imam Muhammad ar-Ramli kerana Imam Ibnu Hajar meninggal sebelum berlalu kurun (yakni Imam Ibnu Hajar meninggal di akhir kurun dan tidak bertemu dengan awal kurun yang baru);
  11. Kurun ke-11: Sayyidinal Quthub 'Abdullah bin 'Alawi al-Haddad 'Alawi;
  12. Kurun ke-12: al-Quthub Ahmad bin 'Umar BinSumaith Alawi.
Dan ini kurun ke-13, kami berharap daripada Allah s.w.t. agar mentajdidkan umat ini dengan seseorang daripada kalangan khawaashul muqarrabinNya.
Ikhwah tengoklah senarai ulama yang mujaddid di atas. Semua mereka melakukan tajdid dan kebanyakan mereka masih tetap berpegang dengan mazhab, bahkan menjadi ulama besar dalam mazhab. Lihat Imam al-Asy'ari, Imam ash-Sha'luki, Imam Baaqilani, Hujjatul Islam al-Ghazali, Imam Fakhrur Razi dan lain-lain, semuanya masih berpegang dengan mazhab dan mengajar dan mengarang menurut mazhab tertentu. Jadi tajdid bukanlah bererti memusuhi mazhab atau anti-mazhab atau menyeru agar semua orang, termasuk kalangan awam untuk melakukan ijtihad dan menolak taqlid. Tajdid bukan bererti semua umat, termasuklah para petani dan nelayan, tokey kedai, tokey kain, tokey togey dan sebagainya, kena berijtihad. Seruan agar semua umat berijtihad, tanpa melihat tahap keilmuan mereka, adalah seruan yang menyeru kepada fitnah dan bukanlah tajdid, tapi seruan untuk menjahanamkan kemurnian Islam, apa tidaknya jika orang yang buta kayu pun disuruh berijtihad dan diharamkan bertaqlid, bukankah ini satu fitnah ? Kalimah ittiba` yang direka seolah-olah berbeza dengan taqlid, adalah seperti perbezaan yang mereka berikan kepada kalimah "rabb" dan "ilah". Janganlah terperdaya dengan permainan kalimah oleh puak-puak anti-mazhab dan anti-taqlid ini yang berselindung atas slogan kembali kepada al-Quran dan as-Sunnah. Tanyakan kepada mereka 124,000 sahabi adakah semua mereka itu mujtahid ?

Berbalik kepada Imam al-Haddad, di sini aku nukilkan kalam beliau berhubung persoalan "di manakah Allah?". Dalam "an-Nashooih ad-Diniyyah wal washooyaa al-Imaaniyyah", halaman 433, Imam al-Haddad menyatakan:-

Dan bahawasanya Dia (yakni Allah s.w.t.) suci dari masa dan tempat, suci dari menyerupai segala ciptaan, tidaklah Dia diliputi oleh segala arah (jihat), dan tidaklah Dia bersifat dengan segala sifat yang baharu. Dia beristiwa` atas arasyNya sebagaimana yang difirmankanNya dengan makna yang dikehendakinya, istiwa` yang layak dengan kemuliaan keagunganNya dan ketinggian kemuliaanNya dan kebesaranNya (ini merupakan tafwidh mutlak Imam al-Haddad terhadap firman tersebut kepada Allah, dengan menyerahkan bulat-bulat pengertian makna hakikinya kepada Allah, tanpa membicarakannya lebih daripada itu. Dan perhatikan bahawa hal ini dinyatakan oleh Imam al-Haddad selepas dia mensuci atau mentanzihkan Allah daripada bertempat.)
Manakala dalam risalahnya "al-'Aqiidah as-Sadiidah al-muwaafaqah bil kitaab was sunnah al-hamiidah", halaman 14 - 15 di atas "al-Minhatul Fariidah syarhu 'Aqiidah al-Haddad as-Sadiidah" karangan murid Buya al-Maliki, Kiyai 'Ali Badriy Masyhuri al-Baasuruwaani, Imam al-Haddad menulis:-

Allah bersih daripada penyerupaan dan penyamaan, daripada sekutu dan pembantu, dari masa dan tempat, daripada sahabat dan anak, dari batasan atau had. Dialah Allah Ahadush Shomad, yang tidak beranak dan tidak diperanak, dan tiada ada sesuatupun yang setara denganNya...

Jadi jelas menurut Imam al-Haddad sebagaimana juga para ulama kita yang lain bahawa Allah wujud tanpa bertempat. Maka sesiapa yang menyatakan bahawa wujud Allah itu dengan menduduki sesuatu tempat, maka bukanlah itu i'tiqad Ahlus Sunnah wal Jama`ah sebagaimana difahami oleh para ulama kita. Marilah kita menghadiahkan al-Fatihah kepada Imam al-Haddad dan mudah-mudahan Allah mengalirkan sebanyak-banyak keberkatan kepada kita sekalian. Untuk keterangan lanjut berhubung i'tiqad Imam al-Haddad silalah ikhwah rujuk posting yang lalu, antaranya:-

"MAJELIS RASULULLAH SAW"

"MAJELIS RASULULLAH SAW"









"PERADABAN BARU ISLAM (FITRAH MANUSIA)"

Seaching Blog