Minggu, 05 Desember 2010

Pentingnya Komunitas Asean

E-mail Cetak PDF
Pentingnya Komunitas Asean
Pentingnya Komunitas Asean 


Kebutuhan akan identitas sebagai suatu masyarakat ASEAN merupakan salah satu hal yang mutlak diperlukan dalam mewujudkan ASEAN Political-Security Community (APSC). Hal ini dikemukakan Muhadi Sugiono, pakar Hubungan Internasional dari Universitas Gadjah Mada dalam Roundtable Discussion yang diselenggarakan pada hari Kamis, 2 Desember 2010 oleh KBRI Bern di Wisma Duta, Gümligen.

Belum adanya perasaan sebagai anggota suatu komunitas ASEAN merupakan tantangan besar yang harus segera diatasi oleh para pemimpin ASEAN. Hal ini ditambah dengan berbagai permasalahan mengenai wilayah perbatasan, perbedaan latar belakang sejarah serta sistem politik membuat pembentukan identitas sebagai ASEAN Community menjadi tugas yang semakin sulit.

Thomas Näcke, wakil dari Uni Eropa mengungkapkan pendapatnya bahwa identitas sebuah komunitas hanya dapat terbentuk melalui pencarian identitas diri dari budaya dan kemajemukan komunitas tersebut. Konsep yang diterapkan di EU tidak dapat ditiru begitu saja oleh negara-negara ASEAN

Koalisi Parlemen

Jika Muhadi Sugiono lebih menitikberatkan pada pentingnya pembentukan identitas  untuk mencapai APSC, maka Hans Born peneliti dari The Geneva Center for the Democratic Control of Armed Forces (DCAF) lebih menyoroti keikutsertaan parlemen dalam pembentukan kebijakan.

Born mengusulkan adanya koalisi parlemen ASEAN, agar setiap kebijakan yang terbentuk melalui APSC dapat dikaji bersama dan sesegera mungkin disosialisasikan kepada masyarakat.

Menanggapi hal tersebut Dubes RI untuk Swiss, Djoko Susilo mengemukakan bahwa koalisi regional antar parlemen di ASEAN merupakan tantangan tersendiri mengingat keragaman sistem pemilihan anggota parlemen, mekanisme organisasi parlemen, maupun pergantian anggota parlemen yang menyulitkan kesinambungan penguasaan isu-isu tertentu.

Diperlukan perbaikan secara internal dan proses edukasi yang terus menerus untuk dapat membentuk koalisi parlemen ASEAN yang aktif, tambah mantan anggota komisi I DPR RI tersebut.
Diskusi yang dilaksanakan secara akrab dan interaktif ini diikuti oleh perwakilan dari Deplu Swiss, LSM Helvetas, anggota korps diplomatik negara-negara Asia Pasifik, serta mitra wicara ASEAN.

Tidak ada komentar:

"MAJELIS RASULULLAH SAW"

"MAJELIS RASULULLAH SAW"









"PERADABAN BARU ISLAM (FITRAH MANUSIA)"

Seaching Blog