Sabtu, 01 Mei 2010

Geliat Ramadhan di Negeri-negeri Non-Muslim






(0 votes, average 0 out of 5)
Written by Publisher Team
Monday, 14 September 2009 11:37

“Warga muslim Inggris bagaikan jantung dalam setiap aspek masyarakat, kontribusi mereka sangat menguntungkan penduduk London,” ujar Johnson.

Waktu bergulir begitu cepat, tak terasa Ramadhan kembali menyapa. Meski nuansanya kali ini berbalut duka, riuh menyambut Ramadhan tidak kalah dari tahun sebelumnya. Begitu juga geliat Ramadhan di berbagai negeri non-muslim.

Spirit Ramadhan ternyata tak hanya membangkitkan religiusitas umat Islam, tapi juga menginsirasi umat non-muslim untuk melakukan ritus serupa.

Seakan ingin menunjukkan keseriusan janjinya dalam rangka menjalin hubungan harmonis AS-Islam, Barack Obama mengadakan acara buka bersama. Dengan penuh kerendahan hati dan rasa penghormatan yang sangat tinggi kepada umat Islam, ia menggelar acara tersebut di Gedung Putih, Washington, DC, Selasa (2/9). Acara malam itu memang berlangsung sederhana, tapi sarat makna.

Begitu juga dengan sejumlah warga muslim AS, mereka tidak ingin ketinggalan. Komunitas muslim di South Jersey, misalnya, menyelenggarakan acara buka puasa bersama dengan para tetangga non-muslim di Islamic Center Jersey, Minggu (6/9).

Toleransi beragama tampaknya kian menguat. Bulan Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk memberi dan berbagi dengan sesama. Esensi Ramadhan mestilah ditebarkan ke seluruh dunia.

Umat non-muslim sangat antusias menghadiri undangan dan merasa senang berada di tengah-tengah umat Islam pada bulan Ramadhan.

Paul Monson, misalnya, salah seorang tetangga beragama Nasrani yang datang ke acara buka bersama bersama istri dan tiga anaknya. Ia mengatakan, event tersebut telah membantunya mengenal sesuatu yang tidak diketahuinya tentang komunitas muslim di South Jersey.

Masih di Negeri Paman Sam, komunitas muslim di Denver juga membuka pintu selebar-lebarnya kepada semua masyarakat, lintas agama dan ras, untuk bergabung dalam acara buka puasa bersama, Senin (7/9). Acara yang dimotori Multicultural Mouzaic Foundation di kota Aurora ini ingin mempromosikan persatuan dan pemahaman tentang Islam dengan komunitas yang lebih luas.

Sejumlah relawan yang sebagian besar adalah muslim Amerika keturunan Turki menyiapkan jamuan buka puasa bersama selama satu bulan Ramadhan kepada komunitas dan para pengikutnya.

Pekan lalu, mereka juga menyelenggarakan buka bersama yang dihadiri beberapa anggota DPR, anggota kelompok Kristen, dan tetangga-tetangga non-muslim lainnya.

Sigrid Higdon, seorang non-muslim yang menghadiri acara buka bersama tersebut, merasa bangga berada dalam ritus umat Islam itu. Lantaran umat Islam yang ada di Dever bisa menerima semua kalangan.

Menumbuhkan Pemahaman
Tak ingin ketingalan, Inggris juga merangkul umat Islam dengan acara buka puasa bersama, sekaligus merayakan HUT ke-25 Islamic Relief, Senin (7/9).

Tidak hanya mengadakan acara buka puasa bersama yang dilakukan oleh sejumlah masyarakat non-muslim untuk menunjukkan toleransinya kepada umat Islam, lebih dari itu, Ben Ries, pastor di Gereja Kristen Sterling Drive, Bellingham, AS, misalnya, pun menjalankan puasa selama Ramadhan.

Ia memutuskan untuk berpuasa bersama umat Islam selama bulan Ramadhan, terutama dengan tujuan memperoleh pengetahuan yang lebih baik tentang keyakinan Islam.

“Ibadah puasa yang diwajibkan kepada umat Islam memiliki pesan yang sangat bagus. Misalnya, puasa dapat meningkatkan kepedulian kita terhadap kelaparan di banyak belahan dunia. Itulah sebabnya saya memilih ikut berpuasa, meski bukan kewajiban saya sebagai seorang Nasrani,” kata Ries.

Ia berharap, pengalamannya dalam berpuasa akan dapat membantu mewujudkan dunia yang lebih baik.

Begitu juga dengan yang diserukan Wali Kota London, Boris Johnson.

Sang wali kota, yang juga mengagumi Islam, yang mengajarkan empati kepada sesama, bahkan makluk lainnya, mengajak warga non-muslim di London untuk berpuasa Ramadhan. Meski hanya sehari, dari toleransi tersebut diharapkan mereka memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang Islam, sehingga pada gilirannya memiliki toleransi yang tinggi kepada tetangga muslim mereka.

Johnson mengatakan, memiliki pemahaman yang lebih baik tentang muslim akan membantu menghilangkan citra negatif Islam selama ini.

Wali kota London itu memuji peran muslim dalam membangun image postif yang dilakukan melalui pentas teater, komedi, olahraga, musik, bahkan juga politik.

Selain itu ia juga memberikan penghormatan setinggi-tingginya terhadap peran yang dimainkan oleh muslim Inggris dalam membangun masyarakat lewat beragam profesi, seperti polisi, dokter, ilmuwan.

“Warga muslim Inggris bagaikan jantung dalam setiap aspek masyarakat, kontribusi mereka sangat menguntungkan penduduk London,” ujar Johnson. SEL

1 komentar:

admin mengatakan...

Semoga Islam Jaya di seluruh Penjuru Bumi ini...

BERBAGI INFO:

Rasanya belum lengkap jika mengaku cinta kepada Rosulullah saw, tetapi belum memahami Hadits-haditsnya.
Oleh karena itu, Kini telah hadir di hadapan Anda Cara Mudah dalam mempelajari lebih dari 62 ribu Hadits Rasulullah Saw.
Teks Arab dengan terjemah Indonesia yang diambil dari kitab-kitab hadits Imam Bukhari, Muslim, Ahmad, Abu Dawud, Nasa’i, Malik, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Darimi.
Selain itu CD ini dilengkapi dengan Rawi hadits dan identitas perawi hadits, Skema/bagan jalur sanad, Indeks hadits, Biografi 9 Imam hadits, Tuntunan Ilmu hadits, Takhrij dan Komparasi Hadits, Dapat mencari hadits sesuai dengan kata (metode searching), tema, ataupun bab, On-Screen Keyboard for Arabic

System Requirements:
Pentium III 600MHZ (P.IV recommended)
RAM 128MB (256MB recommended)
Windows 98, 2000, XP SP1, XP SP2, Vista, Windows 7.

HANYA Rp. 150 ribu (Belum termasuk ongkos kirim)
Klik di www.tokonahel.co.cc atau www.hadis9imam.blogspot.com

SEGERA HUBUNGI:
08122 791 8500

PERHATIAN!
Gratis 1 (satu), jika setiap pembelian 10 CD

"MAJELIS RASULULLAH SAW"

"MAJELIS RASULULLAH SAW"

"PERADABAN BARU ISLAM (FITRAH MANUSIA)"

Seaching Blog

Memuat...