Sabtu, 13 Juni 2009

Fam Hadroulmaut 5

Marga Al-Bin-Shahab (Syahab)

Yang pertama kali dijuluki (digelari) “Al-Bin Syahab” adalah Waliyyullah Syihabuddin bin Abdurrahman bin Ali bin Abibakar Assakran bin Abdurrahman Asseggaf .

Beliau lebih tersohor dengan gelar “Ahmad Syahabuddin Al- Akbar “.

So’al gelar yang disandangnya belum ada fatwa kepastiannya ; hanya ada dugaan kemungkinan karena hal berikut : Bahwa akhir zaman kerajaan Abbasiyyah dan permulaan zaman kerajaan Utsmaniyyah ; sedang musim-musimnya istilah penambahan didepah nama seseorang dengan sesuatu gelar sebagai cara untuk pemujian (pemujaan) yang sangat berlebih-lebihan, gelar yang dimaksud misalnya seseorang.yarig bernama :

Muhammad - digelari Syamsuddin; Abdullah - digelari Afifuddin;
Ahmad - digelari Syahabuddin; AbdulQadir- digelari Muhyiddin;
Ali - digelari Nuruddin; Abdurrahman - digelari Wajihuddin dan lain sebagainya.

Maka kemungkinan karena Ahmad Al-Akbar bin Abdurrahman bin Ali bin Abibakar Assakran adalah seorang Waliyyullah yang sangat tersohor pada zaman itu maka Beliau digelari “Ahmad Syahabuddin Al-Akbar“. Begitu pula terhadap gelar yang disandang oleh cucu Beliau yang kebetulan pula bernama Waliyyullah Ahmad digelari juga dengan “Ahmad AI-Syahabuddin AI-Ash’ghor”, yang merupakan Leluhur seluruh Al-Bin Syahab terutama yang kebanyakan berada di Indonesia ; kecuali golongan Al-Bin Syahab Al-Hadi , seperti yang akan dijelaskan dibawah ini. Wallahu A’lamu Bissawab..!

Waliyyullah Syahabuddin Al-Akbar dilahirkan di kota Tarim (Hadramaut). Dikaruniai 3 orang anak lelaki yang melanjutkan keturunannya, masing-masing adalah :

  1. Muhammad AI-Hadi , menuniokad kdurmun Al-Bin Syahab Al-Hadi Kedua cucunya ; yang bemama :
    1. Ali bin Idrus bin Muhammad Al-Hadi, keturunannya hanya berada di Palembang, Jakarta dan di Pekalongan.
    2. Syihabuddin bin Idrus bin Muhammad Al-Hadi , keturunannya hanya berada di Malaysia dan di Singapura.
  2. Umar , diantara - keturunannya disebut Al-Syahab AI-Mahjub. (di Indonesia berada di Palembang )
  3. Abdurrahman Al-Qadi bin Syahabuddin AI-Akbar , dikarunia 2 orang anak lelaki,masing-masing bernama :
    1. Muhammad Hadi bin Abdurrahman Al-Qadi, keturunannya disebut “Al-Hadi”.
    2. Syahabuddin bin Abdurrahman Al-Qadi , yang lebih tershohor dengan nama Ahmad Syahabuddin Al-Ash’ghor, anak cucurrya menurunkan keturunan Al-Bin Syahab yang terbanyak sekali di Indonesia ; diantaranya yang disebut dengan Al-Bin Syahab : Al-Bin Husein; Al-Bin Idrus; Al-Bin Zain.

Waliyyullah Ahmad Syahabuddin Al-Ash’ghor (yang pulang ke Rahmatullah di kota Tarim pada tahun 1036) selain anak-cucunya mcnurunkan Leluhur Al-Bin Syahab seperti termaktub diatas, Juga menurunkan keturunan Leluhur “Al-Masyhur ” dan Leluhur ” Al-Zahir “.

Waliyyullah Ahmad Syahabuddin Al-Akbar pulang ke Rahmatullah di kota Tarim pada tahun 946 Hijriyyah.

Semoga Allah SWT memasukkan Beliau Beliau ke dalam Surga dan menghimpunkannya bersama-sama para Nabi, para Syuhada, para Auliya dan para Sholihin. Amin !.

Marga Al-Shateri (Asy-Syateri/AshShateri)

Yang pertama kali dijuluki (digelari) “Asysyatri” adalah Waliyyullah Alwi bin Ali bin Ahmad Muhammad Asadillah bin Hasan Atturabi.

So’al gelar yang disandangnya, karena Beliau selalu membagi dua semua harta benda, yang setengah bagian diberikan untuk saudara kandungnya yaitu Waliyyullah Abubakar bin Ali AI-Habsyi dan sisanya untuk dirinya sendiri. Hal tersebut dilakukan mungkin karena sangat sayangnya pada saudaranya (sebagai toleransi persaudaraan). Seperti diketahui dalam bahasa Arab “Asysyatri” berasal dari kata Syathara, artinya membagi dua.

Waliyyullah Alwi Asysyatri dilahirkan di kota Tarim. Dikaruniai 5 orang anak lelaki, 2 diantaranya yang menurunkan keturunannya yaitu : Muhammad dan Umar.

Waliyyullah Alwi Asysyatri pulang ke Rahmatullah di kota Tarim pada tahun 843 Hijriyyah.

Semoga Allah SWT memasukkan Beliau-Beliau ke dalam Surga dan menghimpunkannya bersama-sama para Nabi, para syuhada, para Auliya dan para Sholihin. Amin..!.

Marga Al-Bin-Sahil

Yang pertama kali dijuluki (digelari) dengan “ Bin Sahil ” adalah Waliyyullah Sahil bin Ahmad bin Abdullah bin Muhammad Jamallulail bin Nasan bin Muhammad Asadillah bin Hasan Atturabi.

Waliyyullah Sahil bin Ahmad dilahirkan di kota Tarim. Dikaruniai 3 orang anak lelaki, 2 diantaranya yang menurunkan keturunannya masing-masing adalah Alwi dan Ahmad.

Waliyyullah Sahil bin Ahmad bin Sahil pulang ke Rahmatullah di kota Tarim pada tahun ± 973 Hijriyyah.

Semoga Allah SWT memasukkan Beliau-Beliau ke dalam Surga dan menghimpunkannya bersama sama para Nabi, para syuhada, para Auliya dan para Sholihin. Amin !.

Marga Al-Zahir

Yang pertama kali dijuluki (digelari) “Al-Zahir” adalah waliyyullah Muhammad bin Ahmad bin Abdullah bin Muhammad AI-Masyhur bin Ahmad bin Muhammad bin Syahabuddin Al-Ash’ghor.

So’al gelar “Al-Zahir” yang disandangnya, belum ada kepastiannya. Tetapi menurut bahasa Arab “Al-Zahir” berarti wajah yang sangat indah sekali bagaikan keindahan bunga-bunga, serta wajah yang gagah dan bercahaya, mungkin wajah waliyyullah Muhammad Al-Zahir sifat-sifat tersebut diatas.

Waliyyullah Muhammad bin Ahmad Al-Zahir dilahirkan di kota Tarim. Dikaruniai 2 orang anak lelaki. Satu diantaranya yang bernama Abdullah, yang menurunkan keturunannya seluruh Al-Zahir terutama Yang kebanyakan berada di Indonesia.

Waliyyullah Al-Zahir pulang ke Rahmatullah di Tarim tahun 1208 H.

Semoga Allah SWT memasukkan Beiiau-Beliau ke dalam Surga dan menghimpunkannya bersama-sama para Nabi, para syuhada, para Auliya dan para Sholihin. Amin !.

Marga Al-Nadzir

Yang pertama kali dijuluki (digelari) ” Al-Nadzir ” adalah Waliyyullah Muhammad bin Abdullah bin Umar Ahmaril’Uyun bin Abdurrahman bin Ahmad bin Alwi bin Ahmad bin Abdurrahman bin Alwi Ammil Faqih.

So’al gelar yang disandangnya karena Beliau adalah seorang yang bagus dan gagah perkasa ; yang dalam bahasa Arab disebut dengan ” Al-Nadzir “.

Waliyyullah Muhammad Al-Nadzir dilahirkan di kota Micha’ (Hadramaut). Dikaruniai 5 orang anak lelaki, masing-masing bernama: Ali, Barakat ; Abubakar , Ahmad dan Umar ; yang kelima-limanya menurunkan keturunan Beliau yang hanya berada Sawahil (Hadramaut) , di Tanzania (Afrika) dan di Surat (India). Seorangpun tidak ada di Indonesia.

Waliyyullah Muhammad AI-Nadzir pulang ke Rahmatullah di kota Micha’ pada tahun 980 Hijriyyah.

Semoga Allah SWT memasukkan Beliau Beliau ke dalam Surga dan menghimpunkannya bersama-sama para Nabi, para Syuhada, para Auliya dan para Sholihin. Amin !.

Marga Al-Djamalullail (Al-Jamalullail)

Yang pertama kali dijuluki (digelari) “Djamalullail” adalah waliyyullah Al-Imam Al-Fadlil Muhammad bin Hasan AIMu’allim bin Muhammad Asadillah bin Hasan Atturabi

So’al gelar yang disandangnya, karena Beliau selalu beribadah semalam suntuk hingga waktu fajar. Malam harinya diperindah dengan ibadah shalat tahajjud dan shalat-shalat sunnah lainnya, serta pengajian ayat-ayat suci Al-Qur’Anul Karim, shalawat-shalawat Rasullulah s.a.w dan membaca do’a-do’a lain-tainnya, hal ini dilakukan sepanjang hayatnya.

Karena itu Beliau digelari “Djamalullail” yang berarti Beliau adalah orang yang selalu memperindah malam hari dengan banyak melakukan ibadah.

Waliyyullah Muhammad Djamalullail dilahirkan di kota Tarim, dikaruniai 2 orang anak lelaki masing-masing adalah :

  • Abdullah bin Muhammad Jamalullail, yang dari kedua cucunya masing-masing Abdullah bin Ahmad dan Muhammad bin Ahmad menurunkan “Al-Djamalullail” yang kebanyakan berada di Hadramaut, di Makkah Al-Mukarramah dan di India, dan sebagian kecil berada di Aceh dan di pulau Jawa.
  • Ali bin Muhammad Djamalullail dari anak cucunya menurunkan Keturunan Leluhur Al-Qadriy; Al-Assry; Al-Baharun; Al-Djunaid.

Waliyyullah Muhammad Djamalullail pulang ke Rahmatullah di kota Tarim pada tahun 845 Hijriyyah.
Semoga Allah SWT memasukkan Beliau-Beliau ke dalam Surga dan menghimpunkannya bersama-sama para Nabi, para syuhada, para Auliya dan para Sholihin. Amin..!

Marga Al-Hinduan

Yang pertama kali dijuluki (digelari) ” Al-Hinduan ” adalah Waliyyullah Umar bin Ahmad bin Hasan bin Ali bin Muhammad Mauladdawilah.

So’al gelar yang disandangnya, karena Badan dan Iman Beliau sungguh sangat kuat sekali bagaikan pedang yang tajam terbuat dari besi baja berasal dari India. Pedang yang terbuat dari besi baja buatan India itu dalam bahasa Arab disebut “Hinduan

Waliyyullah Umar Al-Hinduan dilahirkan di kota Tarim. Dikaruniai seorang anak lelaki yang dinamai Abdullah ; yang melanjutkan keturunannya terutama yang kebanyakan yang berada di Indonesia.

Waliyyullah Umar Al-Hinduan pulang ke Rahmatullah di kota Tarim pada tahun 917 Hijriyyah.

Semoga Allah SWT memasukkan Beliau Beliau ke dalam Surga dan menghimpunkannya bersama-sama para Nabi, para Syuhada, para Auliya dan para Sholihin. Amin !

Marga Al-Hiyyid

Yang pertama kali dijuluki (digelari) “Al-Hiyyid” adalah waliyyullah Abdullah bin Abubakar bin Hasan bin Husein bin Al-Syeich Abi Bakar bin Salim.

So’al gelar yang disandangnya, belum ada fatwa kepastiannya. Ada dugaan karena ada kemungkinan Beliau selalu mengikuti jejak yang sering diamalkan oleh Leluhurnya yaitu sering ketempat yang sunyi. Semacam Gua dilereng sebuah Gunung di pinggiran kota Inat Hadramaut sebagai tempat bercholwah (untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT).

Waliyyullah Abdullah bin Abubakar AI-Hiyyid dilahirkan di Inat, dikaruniai seorang anak lelaki yang bernama Abubakar, yang meneruskan keturunan “Al-Hiyyid” terutama yang kebanyakan di Indonesia.

Waliyyullah Abdullah Al-Hiyyid pulang ke Rahmatullah di kota Inat sekitar tahun 1169 Hijriyyah.

Semoga Allah SWT memasukkan Beliau-Beliau ke dalam Surga dan menghimpunkannya bersama-sama para Nabi, para Syuhada, para Auliya dan para Shalihin. Amin !.

Marga Al-Chaneman

Yang pertama kali dijuluki (digelari) “Al-Chaneman” adalah Waliyullah Ahmad bin Umar bin Muhammad bin Ahmad in Abubakar Al-Wara’ bin Ahmad bin Muhammad Al-Faqih Muqaddam.

Soal gelar “Al-Chaneman” yang berasal dari kata “Chanam” yang berarti salah satu jenis kurma yang hanya berada di Hadramaut. Belum diketahui dengan pasti apakah hubungannya ‘Chanam” (kurma) tersebut dengan gelar yang disandang beliau itu. Apakah karena beliau menyukai kurma tersebut atau beliau memiliki perkebunan kurma tersebut. Wallahu a’lam.

Waliyullah Ahmad Chaneman dilahirkan di kota Tarim (Hadramaut). Dikaruniai 2 orang anak lelaki yang masing-masing bernama :

  1. Umar, yang keturunannya hanya berada di timur Tengah dan jumlah sedikit sekali.
  2. Abdullah, yang keturunannya kebanyakan berada di Indonesia.

Waliyullah Ahmad bin Umar Chaneman meninggal di kota Tarim pada tahun 893 Hijriyah.
Semoga Allah SWT memasukkan beliau-beliau dalam surga menghimpunkannya bersama-sama para Nabi, para Syuhada, dan para Sholihin. Amin.

Marga Al-Cherrid

ang pertama kali dijuluki (digelari) “Cherrid” ialah Waliyyullah Alwi bin Muhammad Hamidan bin Abdurrahman bin Muhammad bin Abdullah bin Alwi bin Muhammad Al-Faqih bin Ali bin Muhammad Shahib Mirbad.

Soal julukan (gelar) yang disandangnya karena beliau berkali-kali beribadah di suatu Goa yang disebut “Goa-Cherrid” dipegunungan “Aqrun” di Tarim. Beliau selalu beribadah disana sampai seminggu bahkan sampai sebulan lamanya.

Didalam “Goa-Cherrid” yang sepi dan jauh dari keramaian duniawi tersebut beliau disamping melakukan ibadah jasmani (seperti melaksanakan shalat) juga melakuan ibadah tafakur dengan kalbu dan fikirannya, yang kesemuanya itu dilakukan karena mencontoh sunnah Rasulullah s.a.w yang pernah melakukan ibadah di “Goa-Hira”.

Waliyyullah Alwi Cherrid dilahirkan di kota Tarim dan dikaruniai 6 orang anak lelaki. Diantara ke-6 anak lelakinya tersebut hanya seorang anaknya yang bernama Ali yang kemudian menurunkan keturunan “Al-Cherid”.

Waliyyullah Alwi Cherrid pulang ke Rahmatullah di Tarim pada tahun 808 Hijriyyah

Semoga Allah SWT memasukkan beliau dalam surga menghimpunkannya bersama-sama para Nabi, para Syuhada, dan para Sholihin. Amin.

Tidak ada komentar:

"MAJELIS RASULULLAH SAW"

"MAJELIS RASULULLAH SAW"









"PERADABAN BARU ISLAM (FITRAH MANUSIA)"

Seaching Blog