Minggu, 17 Juli 2011

Sulit Temukan Salon Khusus Muslimah di Liverpool, Zainab Nezami Buka Salon Keliling

.
Sulit Temukan Salon Khusus Muslimah di Liverpool, Zainab Nezami Buka Salon Keliling
Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, LIVERPOOL — Lantaran kesulitan mencari salon kecantikan khusus Muslimah,  salah seorang warga Liverpool, Zainab Nezami berinisiatif membuatan salon mobile.

Salon ini memungkinkan setiap Muslimah untuk mendapatkan layanan perawatan rambut secara pribadi.  Sebab, kebanyakan salon di Inggris tidak memungkinkan seorang Muslimah untuk membuka hijab di depan umum. Apalagi, kebanyakan salon di Inggris menerima konsumen laki-laki dan perempuan dalam satu layanan.

"Dalam tradisi muslim, kita menutup rambut sebagai bagian dari kesopanan dan tidak bisa sembarang membukanya di depan umum," papar dia seperti dikutip dari BBC, Jum’at (15/7). Menurut Zainab, sulit bagi seorang Muslimah untuk pergi ke salon jika ada seorang pria tengah mendapatkan perawatan serupa.

Alasan lain, kata Zainab, salon mobile diipilih lantaran butuh biasa yang sangat besar untuk mendapatkan pinjaman bank. Hal utama yang mengganjal Zainab, Islam tidak memperkenankan umatnya membayarkan bunga.  “Kami diajarkan tidak diperkenankan menerima atau membayar bunga bank, ” kata dia.

Wal hasil, selepas menyelesaikan pendidikan sebagai penata rambut professional, Zainab segera terjun ke lapangan menemui klien-kliennya. Bak gayung bersambut, respon klien-klien terhadap layanan Zainab begitu positif. Tak heran, bila Zainab begitu dibutuhkan para Muslimah yang menetap di Liverpool.

Model funky

Kendati berkeliling, kemampuan Zainab tak kalah mumpuni dengan penata rambut profesional di salon.  Setiap gaya yang dikhendaki sang klien dia penuhi. "Beberapa teman saya ingin mewarnai rambut mereka dengan pilihan warna merah muda atau biru, dan itu terlihat sangat bagus,” ungkapnya

Namun, aturan tetaplah aturan. Dalam tradisi Muslim,  rambut seorang Muslimah tidak diperkenankan sama dengan pria. Sebabnya, Zainab menolak bila ada kliennya yang meminta rambutnya dipotong serupa dengan pria.

 "Dalam Islam kita tidak memungkinkan untuk memotong rambut wanita itu seperti pria karena harus ada beberapa perbedaan antara pria dan wanita, jadi kami memilih untuk panjang bahu,” jelasnya.
Redaktur: Siwi Tri Puji B
Reporter: Agung Sasongko
Sumber: BBC

Tidak ada komentar:

"MAJELIS RASULULLAH SAW"

"MAJELIS RASULULLAH SAW"









"PERADABAN BARU ISLAM (FITRAH MANUSIA)"

Seaching Blog