Minggu, 05 Desember 2010

Satu Kehamilan Bisa Sebabkan Obesitas

E-mail Cetak PDF
Sebuah studi baru-baru ini menemukan bahwa perempuan muda yang berpenghasilan rendah sering mengalami kelebihan berat badan selama kehamilan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran atas potensi resiko obesitas sebagai efek jangka panjangnya.

Hampir dua pertiga dari 427 wanita hamil yang kebanyakan berkulit hitam atau Hispanik pada dua klinik medis di AS, memiliki berat yang lebih daripada yang direkomendasikan selama kehamilan. Dan setahun setelah melahirkan, bobotnya selama kehamilan menetap sebanyak 10 pon.

Dr Bonnie E. Gould Rothberg dari Yale University School of Medicine di New Haven, Connecticut, menulis di American Journal of Obstetrics & Gynecology. Ia memiliki temuan yang mengkhawatirkan.

Kelebihan berat badan selama kehamilan meningkatkan kemungkinan memiliki bayi lebih besar dari normal dan membutuhkan sebuah C-section, misalnya. Dan perempuan cenderung tidak bisa untuk membuang bobot kehamilan mereka, sehingga meningkatkan resiko diabetes dan tekanan darah tinggi. Studi juga menunjukkan, bahwa bayi yang baru lahir dalam ukuran besar, pada perkembangannya akan cenderung mengalami kelebihan berat badan juga.

Di antara perempuan yang memiliki berat badan normal sebelum kehamilan, empat dari 10 wanita mengalami "kelebihan berat badan" pada satu tahun setelah melahirkan, dan satu dari 20 wanita masuk ke dalam kategori obesitas.

Berdasarkan indeks massa tubuh (BMI) dan ukuran berat dalam hubungannya dengan tinggi tubuh ditemukan hasil, bahwa dari orang-orang yang kelebihan berat badan sebelum kehamilan, lebih dari setengahnya akan mengalami obesitas pada satu tahun setelah melahirkan.

Gould dan rekan-rekannya memberikan catatan: salah satu keprihatinan dengan perubahan berat badan ini adalah, bahwa ini dihasilkan hanya dari satu kehamilan.

Penelitian ini menggunakan sampel wanita antara usia 14 sampai 25 tahun. Para peneliti menunjukkan, bahwa kemungkinan mereka akan memiliki lebih banyak anak, dan mungkin menghasilkan bobot yang lebih berat setelah kehamilan.

Institute of Medicine (IOM), sebuah badan penasehat pemerintah AS, merekomendasikan bahwa pertambahan berat badan normal wanita antara 25 sampai 35 pon selama masa kehamilan. Wanita yang kekurangan berat badan disarankan untuk mendapatkan 28 sampai 40 pon, sementara mereka yang kelebihan berat badan harus menghilangkan sekitar 15 sampai 25 pon.

Sejak tahun 1980-an, telah terjadi peningkatan jumlah perempuan AS yang mengalami obesitas sebelum hamil. Gould Rothberg dan rekan-rekannya menuliskan, bahwa beberapa penelitian telah meneliti pola kenaikan berat badan di kalangan wanita muda minoritas di AS.

Tapi jangan khawatir, sebab para peneliti telah menemukan cara tertentu yang bisa dilakukan untuk menurunkan berat badan setelah kehamilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita yang menyusui anaknya akan kehilangan sekitar bobotnya 1,5 pon (0,68 kg) lebih per minggu daripada mereka yang tidak menyusui. Bisa dikatakan, menyusui adalah salah satu cara alami untuk mengembalikan bobot ibu pasca melahirkan.

Meskipun tidak semua penelitian berakhir pada kesimpulan yang sama, Gould Rothberg dan rekan-rekannya mengatakan, bahwa temuan mereka berarti itu mungkin bisa digunakan untuk mempromosikan program menyusui di kalangan ibu muda berpenghasilan rendah. Mereka juga menemukan bahwa perempuan Hispanik pada umumnya lebih berhasil (daripada perempuan baik berkulit putih atau hitam) dalam penyusutan berat badan setelah melahirkan.

Tim mengatakan, penelitian lebih lanjut akan fokus pada mengapa beberapa wanita mengalami kenaikan berat badan yang cukup besar selama kehamilan, dan mengapa beberapa bisa mengembalikan beratnya seperti semula lebih cepat, serta sementara yang lain tidak bisa melakukannya. (OnIslam.net/Reuters-Health)

Tidak ada komentar:

"MAJELIS RASULULLAH SAW"

"MAJELIS RASULULLAH SAW"

"PERADABAN BARU ISLAM (FITRAH MANUSIA)"

Seaching Blog

Memuat...