Rabu, 25 Januari 2012

Ummu Aiman alias Barakah binti Tsa’labah - Budak Nabi dan Pengasuhnya

Namanya adl Barakah binti Tsa’labah bin Amru bin Hishan bin Malik bin Salmah bin Amru bin Nu’man al-Habasyiyah. Rasulullah saw mewarisi wanita ini dari ayahnya dan Ummu Aiman senantiasa mengasuh Rasulullah saw hingga dewasa. Tatkala Rasulullah saw menikah dgn Khadijah binti Khuwailid beliau memerdekakan Ummu Aiman yg kemudian dinikahi oleh Ubaidullah bin Haris al-Khazraji. Bersama dialah ia melahirkan seorang Aiman ra yg pada gilirannya Aiman ikut berhijrah dan berjihad bahkan syahid tatkala perang Hunain. Nabi saw memuliakan Ummu Aiman beliau sering mengunjunginya dan memanggilnya dgn kata “Wahai ibu ..”. Beliau bersabda “Beliau adl termasuk ahli baitku.” Beliau juga bersabda “Ummu Aiman adl ibuku setelah ibuku.”. Ummu Aiman senantiasa berkhidmah kepada Rasulullah saw dan lemah lembut terhadap beliau. Setelah datangnya masa nubuwwah beliau bersabda “Barangsiapa yg ingin menikah dgn wanita ahli jannah maka hendaklah menikahi Ummu Aiman.” . Maka akhirnya Zaid bin Haritsah menikahinya pada malam ketika ia diutus oleh Nabi saw. Bersama dengannyalah akhirnya Ummu Aiman melahirkan Usamah bin Zaid buah hati Rasulullah saw. Ketika Rasulullah saw mengizinkan kepada kaum muslimin utk berhijrah ke Madinah maka Ummu Aiman termasuk wanita yg ikut berhijrah pada angkatan pertama itu. Ummu Aiman berhijrah di jalan Allah dgn berjalan dan tanpa membawa bekal. Pada saat hari sangat panas sementara ia sedang melakukan puasa ia sangat kehausan tiba-tiba ada ember di atasnya yg menjulur dari langit dgn tali berwarna putih. Lalu Ummu Aiman meminum air yg ada di dalamnya itu hingga kenyang. Ummu Aiman berkata “Saya tidak pernah merasa haus lagi sesudah itu. Sungguh saya biasa menghadapi rasa haus dgn puasa di siang hari namun kemudian aku tidak merasakan haus lagi setelah minum air tersebut meskipun aku puasa pada siang hari yg panas aku tetap tidak merasakan haus.” . Rasulullah saw bersikap lemah lembut kepadanya dan terkadang mengajaknya bercanda krn ia seperti ibunya sendiri. Telah diriwayatkan bahwa suatu ketika ia berkata kepada Rasulullah saw “Wahai Rasulullah saw bawalah aku.” Maka Nabi saw menjawab “Aku akan membawamu di atas anak onta.” Ummu Aiman berkata “Anak onta itu tidak akan mampu membawaku lagi pula aku tidak menyukainya.” Nabi bersabda “Aku tidak akan membawamu kecuali dgn anak onta.” Ini adl canda Rasulullah saw kepada Ummu Aiman hanya saja sekalipun beliau bercanda namun tidak akan mengatakan kecuali yg benar. Sebab tiap onta seluruhnya adl anak onta.” Ummu Aiman adl seorang wanita yg cadal suaranya suatu ketika beliau ingin menyeru kaum muslimin pada perang Hunain dan berkata “Sabatallahu Aqdaamakum” . Padahal mungkin yg dimaksud adl Tsabatallahu Aqdaamakum maka Nabi saw bersabda “Diamlah Anda wahai Ummu Aiman krn anda adl seorang yg cadal lisannya.” Suatu ketika Ummu Aiman masuk ke dalam rumah Nabi saw dan mengucapkan salam “Salaamun Laa ‘Alaikum” padahal yg dimaksud adl Assalamualaikum akan tetapi beliau memberikan rukhshah kepadanya utk mengucapkan salam Disamping Ummu Aiman memiliki sifat-sifat yg terpuji di tambah lagi pada usianya yg sudah tua ia ra tidak mau tinggal diam beliau ingin menyertai pahlawan Islam dalam menghancurkan musuh-musuh Allah Azza wa Jalla utk meninggihkan kalimat-Nya. Sehingga ia ikut dalam perang Uhud dan ikut andil dgn kemampuan yg ia miliki ia memberikan minum bagi pasukan muslim dan mengobati yg terluka dan ia juga menyertai perang Khaibar bersama Rasulullah saw. Ketika Rasulullah saw wafat Abu Bakar ra berkata kepada Umar ra “Pergilah bersama kami menemui Ummu Aiman kita akan mengunjunginya sebagaimana Rasulullah saw telah mengunjunginya.” Tatkala mereka sampai di rumah Ummu Aiman ternyata ia sedang menangis keduanya berkata “Apa yg membuat Anda menangis?” Bukankah apa yg di sisi Allah lbh baik bagi Rasulullah saw? Ummu Aiman menjawab “Bukanlah saya menangis krn tidak tahu bahwa apa yg di sisi Allah lbh baik bagi Rasul-Nya hanya saja saya menangis krn telah terputusnya wahyu dari langit.” Hal itu membuat Abu Bakar dan Umar menangis sehingga keduanya menangis bersama Ummu Aiman. Pada saat terbunuhnya Umar bin Khaththab ra Ummu Aiman menangis sambil berkata “Pada hari ini Islam menjadi lemah.” Ummu Aiman wafat pada masa kekhalifahan Utsman bin Affan ra tepatnya dua puluh hari setelah terbunuhnya Umar ra.Semoga Allah merahmati Ummu Aiman pengasuh pemimpin anak Adam saw. Beliau adl seorang wanita yg rajin berpuasa dan tahan lapar berhijrah dgn berjalan yg akhirnya diberi minum dgn air yg tidak diketahui asal-usulnya. Air tersebut ternyata minuman dari langit sebagai penyembuh bagi beliau. Sumber Nisaa’ Haular Rasuuli Mahmud Mahdi al-Istanbuli dan Musthafa Abu an-Nashr asy-Syalabi Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

Tidak ada komentar:

"MAJELIS RASULULLAH SAW"

"MAJELIS RASULULLAH SAW"









"PERADABAN BARU ISLAM (FITRAH MANUSIA)"

Seaching Blog