Minggu, 02 Mei 2010

Asma al Husna: Al Mukmin

Hanya Dia pelindung dan pemberi keamanan. Selain-Nya adalah lemah dan fana. Selain-Nya hanya semu dan penuh fatamorgana.

Hanya Dia yang mampu membebaskan manusia dari ketakutan dan rasa lapar. Dua problem peradaban yang terus-menerus mengejar manusia tanpa henti dan lelah. Manusia-manusia yang merdeka, bangsa-bangsa yang merdeka, hanya mungkin merdeka jika telah terbebas dari ketakutan dan kelaparan. Dan hanya dengan izin-Nya atas usaha kita, ketakutan dan kelaparan itu akan sirna.

Jangan pernah salah mengambil pelindung. Karena, selain Allahul Mukmin semuanya menyimpan kemungkinan musnah dan hancur. Hanya Dia yang kekal, lagi kukuh.

Dalam hadits riwayat Imam Ahmad diceritakan, suatu ketika seorang sahabat bertanya pada Rasulullah, “Wahai utusan Allah, apakah mungkin seorang Mukmin bersifat penakut?”

“Ya, mungkin.” Jawab Rasulullah.

“Wahai utusan Allah, apakah mungkin seorang Mukmin bersifat kikir?” tanya sahabat lagi.

“Ya, mungkin juga,” jawab Rasulullah lagi.

“Tapi apakah mungkin seorang Mukmin pembohong?”

“Tidak mungkin!” tegas Rasulullah.

Kikir dan takut, mungkin saja ada di dalam jiwa seorang Muslim yang Mukmin. Karena ia menjadi tabiat yang melekat dalam diri manusia. Tapi ada tempat kembali yang sempurna, yang Mahapemberi Keamanan. Dengan berdzikir menyebut nama-Nya, al Mukmin, kita akan terbebas dari rasa takut, lemah, kikir dan khawatir atas mara bahaya.

Al Mukmin, akan menyelamatkan hamba-Nya yang selalu mengingat-Nya. Ketika seorang hamba mengingat-Nya di kala sepi, pasti Dia akan mengingat kita di kala ramai. Ketika seorang hamba mengingat-Nya di kala lapang, pasti Dia akan mengingat kita di saat sempit. Dengan nama-Nya, dengan izin-Nya, tak ada yang tak mungkin terjadi di muka semesta.

Tidak ada komentar:

"MAJELIS RASULULLAH SAW"

"MAJELIS RASULULLAH SAW"









"PERADABAN BARU ISLAM (FITRAH MANUSIA)"

Seaching Blog