Tampilkan postingan dengan label Umroh dan Haji. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Umroh dan Haji. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Januari 2011

Ada Empat Kekurangan Penyelenggaran Haji Tahun Ini

Smaller  Reset  Larger
kemenag
Ada Empat Kekurangan Penyelenggaran Haji Tahun Ini
Terminal haji Bandara King Abdul Aziz, Jeddah dipadati jemaah haji Indonesia, akibat terjadinya delay penerbangan
 
REPUBLIKA.CO.ID,MAKKAH— Menteri Agama Suryadharma Ali menilai ada empat kekurangan yang paling menonjol dalam pelaksanaan ibadah haji tahun ini.Yakni masalah keterlambatan penerbangan saat kepulangan jamaah, nasi basi untuk jamaah, ketidaksiapan pemondokan, dan minimnya fasilitas kesehatan.
“Soal delay penerbangan saat pemulangan jamaah terus terang saya salahkan Garuda dan imigrasi, jangan sampai Kemenag ikut-ikut kecepretan,” tegasnya dalam evaluasi penyelenggaraan haji  PPIH Arab Saudi yang berlangsung di Makkah, Rabu (22/12). Ia meminta Garuda Indonesia melakukan perbaikan.

Menyangkut masalah nasi basi bagi jamaah di Madinah yang terjadi sampai beberapa kali, ia menyebutnya menyedihkan. ‘’Kita melayani tamu-tamu Allah dengan makanan yang  tidak sehat, sehingga menyebabkan jamaah sakit,” kata dia. Untuk tahun mendatang, ia menyetujui pengawasan katering dari Kementerian Kesehatan.

Terjadinya masalah pemondokan, ia mengatakan tak masuk akal. Akibat ketidaksiapan PPIH Madinah menyambut jamaah, para jamaah tertahan di bandara selama delapan jam. ‘’Jamaah datang tapi pondokan belum siap,’’ katanya.

Terakhir adalah masih kurangnya fasilitas kesehatan. “Penyediaan perawat-perawat khusus jamaah risti harus diadakan,” pinta Menag.

Ia meminta agar penyelenggaraan haji tahun mendatang lebih baik. “Banyak kemajuan yang dicapai penyelenggaraan haji tahun ini, walau masih ada catatan-catatan yang harus diperbaiki,” ucapnya.

Masuk Asrama Haji Makassar Bayar Rp 30 Ribu

Smaller  Reset  Larger
Masuk Asrama Haji Makassar Bayar Rp 30 Ribu
Asrama haji Makassar
 
REPUBLIKA.CO.ID,MAKASSAR--Panitian Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Bandara Sultan Hasanuddin Makassar menemukan pungutan liar bagi para penjemput Jamaah Haji.

"Saya menemukan beberapa orang pengunjung yang masuk ke dalam kawasan asrama Haji dengan membayar sebesar Rp30.000 kepada penjaga gerbang," ungkap Ketua PPIH Sultan Hasanuddin Makassar, Bahri Mappiasse, di Makassar, kemarin.

Padahal, kata dia sesuai dengan kesepakatan sebelumnya, biaya yang dikenakan kepada setiap pengunjung yang masuk ke dalam kawasan asrama Haji hanya Rp10.000.

Menurut pengakuan dari beberapa pengunjung yang ditanya, mereka ternyata melakukan pembayaran sebanyak dua kali, yakni saat berada di pintu gerbang dan juga ketika akan masuk ke dalam areal steril asrama Haji Sudiang.

"Saat berada di pintu gerbang, mereka diminta untuk membayar biaya masuk sebesar Rp10.000, dan saat akan memasuki kawasan areal steril asrama Haji, mereka kembali diminta untuk membayar Rp20.000," ujarnya.

Tiket yang diperoleh saat membayar biaya masuk yang kedua pun bukanlah tiket resmi yang dikeluarkan oleh PPIH Sultan Hasanuddin Makassar.

Menurut dia, adanya pungutan liar ini merupakan bentuk penyelewengan yang telah dilakukan oleh oknum petugas tertentu yang menggunakan kesempatan seperti ini untuk mencari keuntungan pribadi.

"Padahal, sejak awal kami sudah menyepakati bahwa pengenaan biaya kepada pengunjung yang akan masuk ke dalam asrama Haji Sudiang tidak bertujuan untuk mencari keuntungan," tuturnya.

Ia mengatakan, hal seperti ini akan menjadi bahan evaluasi agar tidak lagi terjadi pada musim haji tahun berikutnya.

Kemenag Targetkan 80 persen Jamaah Haji di Ring I pada 2011

Smaller  Reset  Larger
NY Daily
Kemenag Targetkan 80 persen Jamaah Haji di Ring I pada 2011
Jamaah haji pada puncak musim haji di Makkah.
 
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Kementerian agama menargetkan jamaah haji yang tinggal di ring I pada musim haji 2011 ini mencapai 80 persen. Ini ditegaskan Menteri agama Suryadharma Ali pada konferensi pers usai menyambut HUT Kemenag di Jakarta, Selasa.

''Jika tahun 2010, jumlah jamaah haji di ring I adalah 63 persen, kami targetkan di tahun 2011 ini mencapai 80 persen. kemudian jamaah yang tionggal di Markaziah pada 2010 mencapai 95 persen, kami targetkan untuk tahun 2011 ini mencapai 100 persen bisa tinggal di Markaziah,'' tegas Menag didampingi Sekjen Kemenag Bahrul Hayat PhD. Jarak ring I adalah maksimal 2000 meter dari Masjidil Haram.

Ditegaskan Menag, jika target 80 persen ini tercapai, maka tidak perlu lagi pelayanan bus antar jemput jamaah dari dan menuju pondokan atau Masjidi haram. ''Selain itu, nantinya juga tidak ada lagi pengembalian uang pondokan. Karena yang sudah-sudah, dengan adanya pengembalian uang pondokan, menimbulkan masalah,'' ungkap Menag.

Menag Suryadharma Ali juga mengaku masih ada hal yang terasa mendesak untuk diperbaiki dalam pelaksanaan kerukunan umat beragama di tanah air. Khususnya menyangkut pemberian izin mendirikan rumah ibadah. Sebab, tak jarang perselisihan dipicu oleh pemberian izin mendirikan bangunan ruma ibadah. ''Hal ini berpengaruh kepada kualitas kerukunan beragama di tanah air,'' tuturnya.

Menag juga mengajak semua pihak untuk kembali menghidupi sikap toleransi. ''Kalau ada masalah harus diselesaikan dengan peraturan yang ada. Walaupun ada masalah jangan diselesaikan secara emosional tetapi dengan hati yang jernih dan tidak melanggar ketentuan yang berlaku." ungkapnya.

Menurut Suryadharma, dengan mematuhi peraturan yang ada Insya Allah ketegangan bisa diminimalisasi dan semua pihak  bisa bergandengan tangan membangun agama-agama di Republik Indonesia ini. "Dengan mematuhi aturan semua ketegangan bisa diminimalisir sekecil mungkin sehingga kita bisa hidup bersama-sama," tambahnya..

Menag ajak Berhemat Anggaran
Di hadapan pejabat eselon satu dan dua Kemenag, Menteri Suryadharma Ali meminta agar jajarannya membatasi perjalanan ke luar negeri dan seminar-seminar di dalam negeri. ''Rapat-rapat di daerah juga harus dibatasi. Apalagi misalnya peserta rapatnya adalah dari Jakarta semua, hanya pindah tempat ke Bali misalnya,'' tutur Menag.

''Rakor-rakor (rapat koordinasi red.) yang tidak perlu juga tidak usah, harus hemat. kalau kebanyakan rapat dan kebanyakan koordinasi juga akhirnya kerjanya jadi lunglai. Jadi jangan rapat melulu,'' tegas Menag. ''Praogram-program sosialisasi, evaluasi juga harus dikurangi,'' tambahnya.

"MAJELIS RASULULLAH SAW"

"MAJELIS RASULULLAH SAW"









"PERADABAN BARU ISLAM (FITRAH MANUSIA)"

Seaching Blog